TERASINDO.ID (Boalemo) – Penjabat Sekretaris Daerah Supandra Nur mewakili Penjabat Bupati Boalemo membuka workshop kesehatan Reproduksi dan life Skill bagi remaja untuk mencegah stunting di Kabupaten Boalemo. Workshop tersebut bertempat di hotel Grand Amalia Tilamuta pada Selasa (21/11).
Supandra Nur menyampaikan bahwa remaja usia 10 – 24 tahun merupakan kelompok penduduk yang sangat besar jumlahnya sekitar 64 juta jiwa atau 28,6 persen dari 222 juta jiwa penduduk Indonesia.
“Jumlah ini sangat berpotensi sekaligus tantangan, terutama jika dihubungkan dengan bonus demografi yang puncaknya akan terjadi di antara tahun 2028 – 2031. Remaja saat ini adalah penduduk usia produktif,” ujarnya.
Lanjut menurut Supandran, kondisi remaja saat ini bukan tanpa tantangan, sebab masih ada permasalahan yang mengancam remaja terutama terkait dengan kesehatan reproduksi dan gizi yang akan berdampak pada kualitasnya sebagai aktor pembangunan dan kesiapannya membangun keluarga.
“Data SDKI menunjukkan masih rendahnya jumlah remaja yang mengetahui tempat memperoleh informasi kesehatan reproduksi remaja,” bebernya.
Kabupaten Boalemo saat ini memiliki remaja umur 10-19 tahun berjumlah 12.771 jiwa dari jumlah jiwa 68.967 jiwa atau sekitar 18,52 persen.
“Dampaknya remaja menjadi rentan mengalami kehamilan di usia dini, kehamilan diluar nikah, kehamilan tidak diinginkan, terinfeksi penyakit menular seksual hingga aborsi yang tidak aman serta akhir-akhir ini ada juga remaja yang berakhir dengan gantung diri,” jelasnya.
Sehingga itu, Dinas PPKBP3A Kabupaten Boalemo melakukan upaya pembinaan ketahanan remaja yang dikembangkan dalam rangka meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku positif remaja tentang kesehatan dan kesehatan reproduksi serta penyiapan kehidupan berkeluarga. Workshop tersebut diikuti siswa-siswi SMA, SMK, dan sederajat dan dihadiri kepala DPPKBP3A Kabupaten Boalemo Yakop Yusuf Musa.(TID01)
