TERASINDO.ID (Boalemo) – Kepala Puskesmas Dulupi, Radmin Kamumu, memberikan penjelasan rinci mengenai bahaya dan dampak abu vulkanik bagi masyarakat di Kecamatan Dulupi. Abu vulkanik yang berasal dari letusan Gunung Ruang di Sulawesi Utara telah mencapai wilayah ini, menimbulkan berbagai risiko kesehatan yang perlu diwaspadai oleh seluruh warga.
Radmin Kamumu menjelaskan bahwa abu vulkanik mengandung partikel-partikel kecil yang dapat menyebabkan berbagai masalah pernapasan.
“Ketika terhirup, partikel-partikel ini dapat mengiritasi saluran pernapasan, menyebabkan batuk, sesak napas, dan bahkan memperburuk kondisi penyakit pernapasan kronis seperti asma dan bronkitis,” ungkapnya. Ia juga mengingatkan bahwa anak-anak dan lansia merupakan kelompok yang paling rentan terhadap dampak ini.
Selain masalah pernapasan, abu vulkanik juga dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit.
“Kontak langsung dengan abu vulkanik bisa menyebabkan mata merah, gatal, dan berair. Sementara itu, partikel-partikel kasar dalam abu bisa mengiritasi kulit, menimbulkan ruam dan gatal-gatal,” lanjut Radmin.
Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk selalu melindungi mata dan kulit mereka saat berada di luar rumah.
Radmin juga menyoroti dampak jangka panjang yang mungkin timbul akibat paparan abu vulkanik.
“Paparan terus-menerus terhadap abu vulkanik bisa berpotensi menyebabkan penyakit paru-paru yang lebih serius di masa depan,” tegasnya. Ia menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan, seperti memakai masker, kacamata pelindung, dan pakaian tertutup, serta meminimalisir aktivitas di luar rumah selama kondisi ini berlangsung,” ujarnya.
“Kami akan terus memantau situasi ini dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat untuk memastikan kesehatan dan keselamatan semua warga Dulupi,” tutupnya.(TID01)
