TERASINDO.ID (Jakarta) Kabupaten Boalemo terus menunjukkan semangat tinggi dalam memperjuangkan pembangunan infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi masyarakatnya. Bupati Boalemo, Rum Pagau, menginisiasi usaha ini dan terus bergerilya untuk mengakses sumber dana dari pusat, khususnya untuk kepentingan pembangunan di Boalemo. Kini, Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, meneruskan langkah serupa dan tak kenal lelah mengusahakan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kabupaten Boalemo, yang sempat terkunci di tingkat Kementerian.
Pada Senin, (17/3), Wakil Bupati Lahmuddin Hambali bersama rombongan resmi mendatangi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) di Jakarta untuk mengupayakan pencairan DAK bagi pembangunan infrastruktur di daerah mereka. Sejumlah pejabat penting Kabupaten Boalemo mendampingi rombongan yang hadir, antara lain Ketua DPRD Karyawan Eka Putra Noho, Wakil Ketua DPRD Husain Etango, Ketua Komisi III Mohammad Amin, Ketua Fraksi Partai Demokrat Hardi Syam Mopangga, dan Sekretaris Dinas PU Boalemo, Roni Taningo.
Kepala Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah (FID), Kementerian PU-PR RI, Krisno Yuwono, ST, MT beserta jajarannya langsung menerima kedatangan mereka. Dalam dialog tersebut, Wakil Bupati Lahmuddin menyampaikan dengan jelas tujuan kunjungannya, yaitu mengonfirmasi apakah Dana Alokasi Khusus (DAK) yang sempat terhenti kini akan kembali dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Boalemo. Hal ini berkaitan langsung dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang mengatur efisiensi anggaran pembangunan di tingkat pusat.
“Baru-baru ini, Bapak Bupati Boalemo menerima informasi bahwa anggaran untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) pembangunan infrastruktur di daerah mulai dikembalikan. Berdasarkan informasi tersebut, kami diminta Bapak Bupati untuk memastikan hal ini,” ujar Wakil Bupati Lahmuddin Hambali.
Dalam kesempatan tersebut, Lahmuddin juga mengungkapkan kondisi anggaran pembangunan infrastruktur di Kabupaten Boalemo yang terbilang minim. Padahal, pembangunan infrastruktur sangat dibutuhkan untuk menunjang kemajuan daerah.
“Begitu kami dilantik dan memeriksa anggaran, kami menemukan bahwa anggaran untuk Dinas PU sangat terbatas. Selama ini, kami bergantung pada dua sumber pembiayaan utama, yaitu DAU spesifik dan DAK, yang sangat kami butuhkan untuk membangun infrastruktur dasar yang penting bagi masyarakat,” jelas Lahmuddin.
Kepala Pusat FID Kementerian PU-PR, Krisno Yuwono, ST, MT, mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah setelah mendengar paparan dari Wakil Bupati Lahmuddin. Namun, ia juga mengingatkan bahwa Kementerian PU mengalami efisiensi anggaran yang cukup besar, yakni sekitar Rp 18 triliun. Ia berharap doa bersama dari seluruh pihak agar penganggaran untuk DAK dan DAU spesifik bagi daerah, termasuk Kabupaten Boalemo, dapat segera terealisasi kembali.
“Semoga semangat dan spirit Lailatul Qadar ini membawa hasil yang baik untuk pembangunan infrastruktur daerah. Kami di Kementerian PU akan terus berupaya, meskipun ada efisiensi anggaran yang besar. Mari kita bersama-sama berdoa agar anggaran dari DAU spesifik dan DAK dapat kembali dibuka untuk mendukung pembangunan daerah,” kata Krisno Yuwono.
Dengan kegigihan dan kolaborasi antara eksekutif dan legislatif Kabupaten Boalemo, diharapkan pembangunan infrastruktur yang merata dan berkualitas bisa segera terwujud, serta membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Boalemo.(TID01)
