TERASINDO.ID (Boalemo) – Bupati Boalemo, Rum Pagau, dengan tegas mengingatkan seluruh bendahara dan kepala desa agar lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan desa. Peringatan tersebut ia sampaikan saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Pelatihan Penggunaan User Qlola BRI bagi seluruh kepala desa dan bendahara se-Kabupaten Boalemo, yang digelar di Hotel Grand Amalia Tilamuta, Rabu (29/10).
Dalam arahannya, Rum Pagau menekankan pentingnya kedisiplinan dalam setiap transaksi keuangan desa. Ia menegaskan, tidak boleh ada satu rupiah pun yang keluar tanpa bukti kwitansi yang sah.
“Kepada bendahara saya ingatkan, jangan sekali-kali mengizinkan kepala desa mengambil uang tanpa kwitansi. Misalnya kepala desa meminta uang Rp500 ribu, bahkan Rp10 ribu pun harus dibuatkan kwitansinya,” tegas Rum Pagau.
Menurutnya, banyak kasus penyalahgunaan keuangan desa terjadi karena lemahnya administrasi dan pembiaran kecil yang akhirnya menimbulkan persoalan besar. Namun, ia meyakini para kepala desa saat ini jauh lebih disiplin dibanding masa lalu.
“Saya yakin kepala desa sekarang sudah berbeda dengan dulu. Dulu, kepala desa bisa minta uang tanpa kwitansi dan akhirnya bendahara yang harus mempertanggungjawabkan,” ujarnya.
Bupati Rum Pagau juga menyambut baik penerapan sistem pembayaran berbasis digital melalui Qlola BRI. Ia optimistis sistem ini akan meminimalisir potensi penyalahgunaan dana dan memperkuat transparansi pengelolaan keuangan di tingkat desa.
“Insya Allah, dengan sistem digital seperti ini, hal-hal yang tidak kita inginkan bisa dihindari, karena sistem pembayaran saat ini sudah berbasis digital,”tutupnya.(TID01)
