TERASINDO.ID (BOALEMO) – Kabupaten Boalemo kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Setelah pada tahun sebelumnya berhasil mengirimkan wakil sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional, tahun 2026 prestasi itu kembali terulang melalui seorang siswi asal Kecamatan Wonosari.
Adalah Khasyifa Anindi Sudarmanto, siswi kelas X SMK Negeri 1 Wonosari, yang resmi dinyatakan lolos sebagai anggota Paskibraka Tingkat Pusat Tahun 2026 mewakili Provinsi Gorontalo.
Kepastian tersebut diumumkan dalam Konferensi Pers Pembentukan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Tingkat Pusat Tahun 2026 yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila pada Senin siang (22/6). Nama Khasyifa tercantum sebagai salah satu wakil Provinsi Gorontalo yang akan bertugas pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di tingkat nasional.
Prestasi itu terasa istimewa. Khasyifa lahir dan tumbuh di tengah keluarga sederhana. Ayahnya, Feri Sudarmanto, sehari-hari bekerja sebagai tukang servis komputer dan perangkat elektronik, sementara sang ibu, Sari Sulaendah, merupakan ibu rumah tangga.
Dari lingkungan yang sederhana itulah mimpi besar tersebut dirajut.
Perjalanan menuju tingkat nasional bukanlah hal yang mudah. Berbagai tahapan seleksi harus dilalui, mulai dari seleksi tingkat kabupaten, provinsi, hingga seleksi nasional yang melibatkan putra-putri terbaik dari seluruh Indonesia. Ketekunan, disiplin, kemampuan akademik, kesehatan, wawasan kebangsaan, hingga kemampuan kepemimpinan menjadi penilaian utama dalam proses tersebut.
Saat namanya diumumkan lolos sebagai anggota Paskibraka Nasional, rasa syukur dan bahagia langsung menyelimuti dirinya.
“Perasaan saya saat diumumkan terpilih sebagai anggota Paskibraka tingkat nasional, saya merasa sangat senang dan sangat bersyukur karena telah diberi kepercayaan untuk menjadi anggota Paskibraka tingkat pusat mewakili Provinsi Gorontalo,” ungkap Khasyifa.
Ia mengaku tidak pernah membayangkan bisa mencapai titik tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu tidak lepas dari doa orang tua, dukungan pemerintah daerah, para pelatih, serta guru-guru yang terus memberikan motivasi selama proses seleksi.
“Saya tidak menyangka bisa sampai di titik ini. Saya mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua yang selalu mendoakan dan mendukung saya. Tak lupa saya juga mengucapkan terima kasih kepada Pemda Boalemo dan Pemprov Gorontalo yang telah memfasilitasi seluruh tahapan seleksi hingga saat ini. Juga untuk para pelatih dan guru-guru yang telah memberikan ilmu dan semangatnya hingga saya bisa sampai di titik ini,” tuturnya.
Di balik keberhasilan tersebut, tersimpan rasa haru yang mendalam dari kedua orang tuanya. Selama ini mereka hanya bisa mendampingi dan mendoakan setiap proses yang dijalani putrinya.
Sari Sulaendah, sang ibu, mengaku sempat tidak percaya ketika mengetahui putrinya berhasil menjadi salah satu anggota Paskibraka Nasional.
“Selaku orang tua dari Khasyifa, perasaan kami saat tahu anak kami lolos sebagai salah satu anggota Paskibraka Nasional tentunya sangat bersyukur, terharu, dan sangat bangga. Kami tidak menyangka ananda bisa sampai di titik ini,” ujarnya.
Keberhasilan Khasyifa tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga menjadi kebanggaan Kabupaten Boalemo dan Provinsi Gorontalo. Prestasi ini sekaligus mempertegas bahwa daerah mampu melahirkan generasi muda yang berprestasi dan mampu bersaing di tingkat nasional.
Kini, langkah Khasyifa akan berlanjut ke Jakarta untuk menjalani pemusatan pendidikan dan pelatihan bersama putra-putri terbaik dari seluruh Indonesia sebelum bertugas pada upacara kenegaraan di Istana Negara.
Dari sebuah rumah sederhana di Wonosari, seorang gadis muda telah membuktikan bahwa mimpi besar tidak ditentukan oleh latar belakang keluarga. Dengan kerja keras, disiplin, dan doa yang tidak pernah putus, Khasyifa berhasil mengukir sejarah baru sekaligus membawa harum nama Boalemo di panggung nasional.(TID01)
