Zainudin Kenang PS Boalemo, Klub yang Mengantarkannya ke Kursi Waketum PSSI


TERASINDO.ID (BOALEMO) – Ada cerita menarik yang diungkap Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali, di tengah pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) Pemilihan Ketua PSSI Provinsi Gorontalo Tahun 2026 di Hotel Grand Amalia Tilamuta, Jumat (30/10/2026).

Di hadapan peserta kongres, Zainudin mengenang peran PS Boalemo dalam perjalanan kariernya hingga dipercaya menduduki posisi Wakil Ketua Umum PSSI. Ia mengungkapkan, rekomendasi dari klub asal Kabupaten Boalemo tersebut menjadi salah satu persyaratan penting yang mengantarkannya mengikuti pemilihan di tingkat nasional.

Zainudin bahkan menyebut hubungan tersebut sebagai bagian dari sejarah perjalanan kariernya yang tidak akan pernah dilupakan.

“Saya ini menjadi Wakil Ketua Umum PSSI, itu persyaratannya harus ada rekomendasi. Dan yang merekomendasikan saya untuk maju dalam pemilihan Waketum PSSI itu adalah surat rekomendasi dari PS Boalemo,” ungkapnya.

Namun, perjalanan Zainudin di jajaran PSSI nasional tampaknya akan memasuki babak baru. Ia menyampaikan bahwa masa bakti kepengurusan saat ini sebentar lagi berakhir dan dirinya tidak berencana kembali melanjutkan pengabdian di federasi sepak bola nasional tersebut.

Meski demikian, Zainudin memastikan dirinya tidak akan meninggalkan dunia sepak bola. Ia justru mengungkapkan rencana untuk melanjutkan kiprah di tingkat internasional melalui Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

“Karena sebentar lagi masa bakti kami akan berakhir, insya Allah saya tidak akan lagi di PSSI. Saya masih tetap berada di lingkungan sepak bola, atas persetujuan Sekjen dan teman-teman Exco, saya akan pindah tempat ke AFC,” tuturnya.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian tersendiri karena Zainudin selama ini berada dalam lingkup pengelolaan sepak bola nasional yang mencakup 38 provinsi. Jika rencana tersebut terwujud, tanggung jawabnya akan berada pada lingkup yang jauh lebih luas, yakni sepak bola Asia.

Ia menggambarkan perubahan cakupan tanggung jawab tersebut sebagai perjalanan dari mengurus sepak bola di 38 provinsi menuju lingkungan sepak bola yang melibatkan sekitar 45 negara.

“Kalau sekarang ngurusi 38 provinsi, kira-kira nanti ngurus 45 negara. Jadi tetap tersambung Boalemo ini dengan AFC. Jadi nanti jika Tuhan takdirkan saya masuk AFC, itu karena rekomendasi dari PS Boalemo. Ini sejarah yang tidak bisa dilupakan,” tambahnya.

Bagi Zainudin, PS Boalemo bukan sekadar klub yang pernah memberikan rekomendasi administratif. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan yang membawanya ke panggung sepak bola nasional, sekaligus menjadi ikatan yang ingin terus ia kenang apabila kelak berkiprah di tingkat Asia.

Pernyataan itu juga menghadirkan cerita tersendiri bagi masyarakat Boalemo. Di tengah agenda kongres yang membicarakan masa depan kepemimpinan PSSI Gorontalo, nama PS Boalemo justru disebut dalam cerita perjalanan seorang tokoh yang pernah membawa daerah ini menjadi bagian dari proses kepemimpinan sepak bola nasional.

Kiprah Zainudin selanjutnya di AFC masih menunggu perkembangan dan proses yang akan dilalui. Namun, satu hal yang ingin ia tegaskan dalam kesempatan tersebut adalah bahwa kontribusi PS Boalemo akan selalu menjadi bagian dari sejarah perjalanan kariernya di dunia sepak bola.(TID01)