TERASINDO.ID (Daerah) – Melihat ataupun menemukan aktifitas pelayanan masyarakat yang berpusat di gedung kantor pemerintah, tentunya menjadi hal yang lumrah. Namun bagaimana jika kita menemukan adanya pelayanan kemasyarakatan yang dilaksanakan di areal pemakaman?. Ya, inilah pemandangan baru yang terjadi dilingkup Pemerintah Desa Kaaruyan Kecamatan Mananggu. Saat awak media mendatangi Kantor Desa Kaaruyan, sang kepala desa tak berada di tempat. “Pak kades lagi berkantor di kubur,” ungkap salah seorang staf Perangkat Desa kepada awak media ini. Saat mendengar hal ini, tentunya yang muncul dalam benak adalah rasa terkejut dan penasaran. Alhasil, awak media pun mencoba mengecek keberadaan sang kepala desa di lokasi yang disebutkan tadi.
Dan ternyata benar, Kepala Desa Kaaruyan Ronald Christoffel Rampi nampak sedang berada sebuah bangunan pusara. “Ya, mulai Senin(16/11)hari ini saya memang akan ngantor di lokasi ini (pekuburan),” ujar Ronald. Dia pun menyampaikan sejumlah alasan yang mendasari dirinya untuk berkantor di pekuburan.
Pertama, adalah untuk merefleksikan perjalanan kehidupan. Menurutnya, pekuburan adalah tempat bagi setiap jasad manusia akan dikebumikan setelah meninggal. “Pekuburan ini menjadi pertanda bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. Olehnya, selagi diberikan kesempatan oleh Sang Pemilik Hidup untuk bernafas, maka marilah kita saling memberikan dampak positif kepada sesama. Apalagi seperti kami yang berada dilingkup pelayanan masyarakat, pastinya punya keinginan untuk bisa bermanfaat bagi masyarakat,” tukasnya.
Alasan kedua yang mendasari kata Ronald, adalah adanya program penataan kawasan pekuburan tersebut. Menurutnya, masyarakat telah bersepakat untuk menata kawasan pekuburan yang ada di Desa Kaaruyan agar lebih tertata. Apalagi, lokasi kawasan tersebut berada di jalur utama ketika memasuki wilayah pemukiman warga masyarakat etnis Minahasa ini.
“Kami berupaya menata lokasi pekuburan ini agar terlihat lebih baik. Tak bisa dipungkiri, lokasi ini menjadi pusat kunjungan ketika menjelang Hari Natal ataupun saat perpisahan tahun. Mereka datang untuk mengunjungi makam dari sanak keluarga. Ada yang dari Kaaruyan, dan bahkan dari luar daerah. Nah ini yang mendorong untuk dilakukan penataan lokasi sehingga bisa lebih baik lagi untuk dikunjungi,” terang Ronald.
Ditambahkannya, meski berkantor di pekuburan namun aktifitas pelayanan kemasyarakatan maupun administrasi publik tetap berjalan seperti biasa. “Pelayanan tetap seperti biasa, di kantor juga ada beberapa staf perangkat desa yang siap melayani,” tutur Ronald.(TID01)
![]()
