Pelabuhan Tilamuta dan Mimpi Besar Anas Jusuf


TERASINDO.ID (Artikel) – Indonesia selain dikenal dengan Negara kepulauan, namun juga dikenal dengan sebutan Negara maritim, hal tersebut tak lepas dari sebagian besar wilayahnya yang adalah perairan. Menurut data dari rujukan nasional data kewilayahan Republik Indonesia yang dikerjakan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Pusat Hidrografi dan Oseanografi (Pushidros) TNI Angkatan Laut, luas total wilayah perairan di Negara ini mencapai 6,32 km² lebih besar dibanding luas daratan yang hanya mencapai 1,905 juta km².

Mengutip dari indomaritim.id Sebagai negara kepulauan yang utuh sesuai dengan BAB IV UNCLOS 1982 atau ketetapan Konvensi Hukum Laut PBB, dengan luas laut yang begitu besar terdiri dari luas perairan nusantara 3,1 juta km2 ditambah dengan luas kawasan Zone Ekonomi Eksklusif seluas 2,7 juta km2 (RI, 2003), sehingga luas total perairannya menjadi sekitar 5,8 km2. Memiliki panjang garis pantai kurang lebih sekitar 81.000 km, serta gugusan pulau sebanyak 17.508 pulau.

Pengguntingan pita saat pelayaran perdana KN Sabuk Nusantara oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim

Tidak hanya beberapa daerah besar di Indonesia, namun saat ini Kabupaten Boalemo juga terus menunjukan peningkatan dikawasan perairan lautnya. Setelah beberapa tahun lalu sempat mengadakan pagelaran besar berskala Nasional yakni Sail Tomini dan Festival Boalemo, kali ini Kabupaten Boalemo kembali diperhitungkan dalam hal kemaritiman, salah satunya dengan hadirnya Kapal Negara (KN) Sabuk Nusantara 113 atau yang lebih dikenal dengan Tol Laut, di Pelabuhan Tilamuta.

Hadirnya fasilitas transportasi publik yang ramah dengan kantong masyarakat ini, tentu membawa angin segar untuk perputaran roda ekonomi baru di Kabupaten Boalemo. hal inipun disambut baik pemerintah Kabupaten Boalemo. Kini disisa masa pemerintahannya yang berakhir pada 2022 mendatang, Plt Bupati Boalemo, Anas Jusuf mengaku telah memasukkan program pengembangan kawasan pelabuhan tilamuta, dalam APBD Kabupaten Boalemo, tahun anggaran 2021 mendatang.

“Didalam alokasi anggaran tahun 2021, salah satu program yang kami masukan dan sudah disetujui oleh DPR adalah pengembangan pelabuhan tilamuta, nah tentu langkah awal yang kami lakukan adalah membuat desain, membuat perencanaan, mulai dari aspek pengembangan termasuk fasilitas pendukung dan bisa saja terjadi perluasan, dan tentu ini membutuhkan kajian yang komperhensif,” ungkapnya.

Dipilihnya pengembangan pelabuhan tilamuta sebagai salah satu program yang menjadi fokus utama pada tahun mendatang, sebab Plt Bupati Boalemo tersebut berkeinginan untuk menjadikan pelabuhan tersebut menjadi ikon ekonomi baru di bumi damai bertasbih.

KN Sabuk Nusantara 113 (Tol Laut)

“Kami fokuskan disisa pemerintahan kami ini, karena disana (pelabuhan) kalau ini kita kembangkan, maka putaran uang akan lebih banyak disitu. Tilamuta ini, khususnya pelabuhan, angan-angan kami suatu saat pelabuhan tilamuta ini menjadi salah satu ikon ekonomi yang ada di kabupaten boalemo,” bebernya.

Bukan hanya dari segi perluasan pelabuhan, namun Anas juga berharap kedepan disekitar areal pelabuhan, dapat tertata pusat-pusat kuliner yang dapat memanfaatkan potensi dari masyarakat sekitar, untuk memanjakan masyarakat yang nantinya akan melakukan aktivitas di pelabuhan.

“Yang pasti disamping aktivitas pelabuhan baik ekspedisi dan pelayarannya, juga disitu akan kita tata pusat kuliner disitu kita akan tata sedemikian rupa, sehingga akan ada pusat kuliner yang kita tidak akan malu lah ketika kita berkaca ke pelabuhan lain,” ujarnya.

Untuk itu, kedepannya pihaknya bersama seluruh pemangku kepentingan di daerah ini, aken berupaya membangun jaringan hingga ke tingkat pusat, demi terwujudnya pengembangan pelabuhan tilamuta kedepan.

“Insya Allah angan-angan ini bisa terwujud, yang penting kita semua bisa bersatu, masyarakat bisa bersatu, DPR bisa bersatu, dan Alhamdulillah saat ini semuanya berjalan lancar. Kita akan coba lakukan komunikasi dengan jaringan-jaringan yang ada, pemerintah pusat, kementerian dan DPRD untuk kita jadikan pelabuhan ini sebagai ikon ekonomi di kabupaten boalemo,” tutupnya.***

Loading