Beri Penghargaan Inovasi OPD, Bupati Boalemo Canangkan Satu OPD Satu Inovasi


TERASINDO.ID (Boalemo) – Bupati Boalemo Anas Jusuf memberikan penghargaan pada delapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan dan desa dilingkungan pemerintah Kabupaten Boalemo atas inovasi yang telah dilakukan, serta capaian PAD dan pelunasan PBB tahun 2021. Penyerahan penghargaan tersebut diserahkan langsung Bupati Boalemo Anas Jusuf pada pelaksanaan apel awal tahun 2022, yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Boalemo, Senin (3/1) pagi.

Beberapa OPD yang diberi penghargaan atas inovasinya adalah Dinas Kesehatan, Dinas Dukcapil, Dinas Nakertrans, Dinas Pangan, Dikpora, BKAD, RSUDTN, serta Diskominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Boalemo yang tercepat dalam pelunasan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam sambutannya Bupati Boalemo Anas Jusuf menyampaikan terimakasih kepada OPD yang menjadi tercepat dalam pelunasan PAD. Dirinya juga berharap kepada Dinas Pariwisata agar dapat mencapai target PAD secara maksimal.

“Saya menyampaikan terimakasih kepada pimpinan OPD yang telah melampaui target perolehan pendapatan asli daerah. Saya berharap dinas pariwisata bisa meningkatkan PAD jangan sampai banyak pengunjung PAD hanya begitu-begitu saja,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, terkait inovasi di masing-masing OPD, Anas mencanangkan satu OPD satu inovasi untuk tahun 2022 kali ini.

“Saya harapkan tahun ini kita canangkan satu OPD satu inovasi, saya berharap semua OPD paling lambat akhir januari sudah memasukkan inovasi apa yang akan dilakukan,”  tegas Anas.

Bukan tanpa alasan, hal tersebut dilakukan Anas Jusuf sebab pada tahun 2020 lalu, Kabupaten Boalemo sempat memperoleh predikat disclaimer dalam hal inovasi daerah.

“Kami sampaikan pada tahun 2021 boalemo itu disclaimer dalam inovasi daerah, artinya nilainya nol. Namun berkat kesungguhan kita semua Alhamdulillah kita menjadi urutan ke 29 seluruh Indonesia, dan terbaik di Provinsi Gorontalo,” jelas Anas.

Untuk itu dirinya berharap kepada seluruh OPD agar dapat terus melahirkan inovasi di Kabupaten Boalemo, dan dapat bersinergi dengan OPD lain maupun lintas sektor.

“Saya minta disamping inovasi (OPD-red), juga harus melibatkan OPD lain, harus melibatkan stakeholder lain. Kita melakukan inovasi tidak semata-mata kegiatan. Dilaksanakan harus melibatkan OPD lain bahkan lintas sektor,” tutupnya.(TID01)

Loading