TERASINDO.ID (Boalemo) – Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, mengungkapkan rasa bangga yang mendalam saat mengenakan seragam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Momen emosional itu terjadi ketika ia membuka kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan Pengurus dan Anggota PGRI se-Kabupaten Boalemo pada Kamis (15/5) di Hotel Grand Amalia, Tilamuta.
Lahmuddin tidak sekadar hadir sebagai pejabat, tetapi juga membawa kenangan pribadi yang kuat. Ia mengenang ibundanya yang semasa hidup berprofesi sebagai guru di Boalemo. Seragam PGRI, menurutnya, bukan hanya pakaian organisasi, tapi simbol perjuangan dan pengabdian orang tuanya serta para guru terdahulu.
“Saya bangga mengenakan seragam PGRI. Ini jadi satu kebanggaan bagi orang tua saya, dan juga para pendahulu guru-guru kita. Saya mewakili orang tua saya di sini,” ungkap Lahmuddin.
Lebih jauh, dihadapan para pengurus PGRI Boalemo, ia menegaskan pentingnya disiplin, solidaritas, dan pemanfaatan waktu bagi para pengurus dan anggota PGRI dalam mendukung kemajuan daerah.
“Pembangunan tidak bisa berjalan jika kita tidak disiplin, tidak memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Solidaritas para pengurus dan guru-guru itu sangat penting,” tegasnya.
Ia juga menyentil pentingnya kebersamaan dalam membangun daerah. Menurutnya, ide besar tanpa dukungan kolektif hanya akan menjadi wacana kosong.
“Dalam membangun, kalau tidak solid, tidak bersama, maka akan hancur daerah ini. Jika gagasannya besar, tetapi tidak ada komponen yang mendukung, maka itu sia-sia. Maka yang dibutuhkan adalah solidaritas,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Lahmuddin mengakui bahwa doa para guru telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya, termasuk dalam pencapaiannya sebagai Wakil Bupati Boalemo selama dua periode.
“Doa seorang guru itu sangat mustajab, yang alhamdulillah mengantar saya sampai hari ini dua kali menjabat wakil bupati Boalemo,” tutupnya.(TID01)
