Kejar Imunisasi Campak, Puskesmas Dulupi Turun Langsung Dampingi Dinkes di Posyandu Kotaraja


TERASINDO.ID (Dulupi) – UPTD Puskesmas Dulupi aktif mendampingi kunjungan Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo dalam pelaksanaan Catch Up Campaign (CUC) imunisasi campak yang digelar di Posyandu Sayang Ibu 1, Desa Kotaraja, pada Selasa (7/4). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan imunisasi kejar bagi anak-anak yang belum mendapatkan vaksin lengkap.

Kunjungan tersebut dihadiri Pejabat Fungsional Penanggung Jawab Promosi Kesehatan (PJ Promkes) dan PJ Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) bersama tim Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo. Turut hadir Ketua TP-PKK Desa Kotaraja bersama kader dan tim UPTD Puskesmas Dulupi yang terlibat langsung dalam pelayanan dan pendampingan di lapangan.

Sejak pagi, warga tampak berdatangan membawa anak-anak mereka untuk mendapatkan imunisasi. Kader posyandu berperan aktif mengatur alur pelayanan, mulai dari pendataan hingga pelaksanaan imunisasi, sehingga kegiatan berjalan lancar. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi, yang menjadi indikator meningkatnya kesadaran akan pentingnya perlindungan terhadap penyakit campak.

UPTD Puskesmas Dulupi menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan kader yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan CUC campak di wilayah tersebut. Kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mencapai target imunisasi.

Kepala UPTD Puskesmas Dulupi, drg. Fatimah, menegaskan bahwa kegiatan imunisasi kejar ini bukan sekadar rutinitas pelayanan, tetapi langkah konkret untuk menutup celah kekebalan kelompok yang sempat terlewat. “Kami melihat masih ada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, sehingga CUC ini menjadi momentum penting untuk memastikan mereka terlindungi dari risiko penularan campak yang masih bisa terjadi di masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran aktif orang tua dan kader dalam mendukung keberhasilan program tersebut. “Antusiasme masyarakat hari ini menjadi sinyal positif bahwa kesadaran akan pentingnya imunisasi terus meningkat. Kami berharap kolaborasi ini terus terjaga, sehingga tidak ada lagi anak yang tertinggal dari layanan imunisasi dasar lengkap,” tambah drg. Fatimah.(TID01)