TERASINDO.ID (Boalemo) – Pemerintah Kabupaten Boalemo, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), mulai menggelar seleksi pembentukan calon pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Boalemo, yang berlangsung pada Sabtu (2/3), bertempat di Lapangan Pelti, Desa Modelomo, yang dibuka langsung oleh Asisten I Setda Boalemo, Ismet Nono, serta turut dihadiri Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Boalemo, Asni Abubakar Yusuf, para pelatih dari unsur TNI-Polri, dan para PPI Kabupaten Boalemo.
Dalam sambutannya, Penjabat Bupati Boalemo, Sherman Moridu yang diwakili Asisten I Setda Boalemo, Ismet Nono menyampaikan kepada para peserta dalam mengikuti seleksi tersebut harus didasari dengan rasa kemauan yang tinggi.
“Saya mengingatkan kepada para peserta seleksi agar memiliki kemauan dalam mengikuti seleksi ini, kalau kita mau, seluruh tahapan dan proses ini akan berjalan mulus. Untuk hal lainnya, itu nanti ditentukan oleh para peserta masing-masing ,” ujarnya.
Selain itu dirinya berharap agar para peserta dapat mengikuti seleksi tersebut dengan serius dan sungguh-sungguh.
“Saya berharap kegiatan seleksi ini diikuti dengan sungguh-sungguh dan semangat, proses yang sudah dilewati, kita tinggal menunggu hasil dari apa yang telah dilalui oleh peserta, tetap berikhtiar, berusaha dan berdoa,” kata Ismet.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Boalemo, Asni Abubakar Yusuf mengungkapkan, untuk pelaksanaan seleksi tahun ini mengalami lonjakan pendaftar yakni mencapai 249 peserta dari seluruh sekolah SMA sederajat di Kabupaten Boalemo.
“Dari 294 orang yang mendaftar sebagai capaski tahun 2024, yang dinyatakan lulus berkas itu hanya 210, artinya dari 210 ini akan berkompetisi, dan akhirnya yang diterima adalah 32 orang, terdiri dari 16 perempuan dan 16 laki-laki,” terang Asni.
Para peserta sendiri nantinya akan mengikuti seleksi selama 5 hari yang akan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, seperti seleksi PBB, tes Kesehatan, hingga tes Pancasila dan wawasan kebangsaan.
Asni menegaskan, bahwa proses seleksi ini dilakukan secara sungguh-sungguh dan adil, tanpa intervensi siapapun.
“Ini kompetisi sehat, kalian diuji melalui sistem yang tidak ada intervensi dari siapapun. Jaga Kesehatan, ada beberapa tahapan yang harus diikuti,” tutupnya.(TID01)
