TERASINDO.ID (Boalemo) – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Boalemo menggelar Workshop penguatan kapasitas kepada insan media untuk mendukung kota tanggap ancaman narkoba, yang digelar di Hotel Maqna Gorontalo, Kamis (7/4).
Kegiatan workshop tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Boalemo Anas Jusuf, Kabag Umum BNNP Gorontalo Karim Tangahu yang mewakili Kepala BNNP Gorontalo, Direktur GoTV Sukarno selaku pemateri.
Adapun tujuan dari kegiatan ini untuk mendorong arah berbagai sektor pembangunan di wilayah kabupaten/kota berorientasi pada upaya mengantisipasi, mengadaptasi, dan memitigasi ancaman narkoba.
Ibrahim Paneo selaku ketua BNNK Boalemo mengungkapkan bahwa kelemahan dari setiap daerah untuk melaksanakan kota tanggap ancaman narkoba (Kotan) ini dikarenakan kurangnya edukasi secara menyeluruh
“Informasi terkait penyalahgunaan narkotika atau sosialisasinya belum sampai ke masyarakat, artinya belum 100% masyarakat terpapar oleh edukasi terkait narkotika, buktinya masih banyak masyarakat yang menganggap orang yang menggunakan narkotika adalah Aib dalam kehidupan sosial,” ucap, Ibrahim
Dirinya juga menambahkan bahwa bukti lain kurangnya edukasi secara menyeluruh, yakni para pengguna dulu akan datang secara sukarela untuk direhabilitasi, dan sekarang para pengguna harus ditangkap dulu untuk direhab, Maka dari itulah Ia berharap agar apa yang sudah dibahas pada kegiatan ini
Disamping itu dalam kesempatannya Bupati Anas menyampaikan bahwa ini merupakan kolaborasi yang bagus antara BNNK Boalemo dan Bersama Media untuk memerangi Narkoba ini.
“Saya kira tidak ada salahnya BNN menggandeng para teman-teman media untuk bekerja sama dan memberikan workshop terhadap bagaimana penanggulangan terkait kota tanggap Ancaman Narkoba,” jelas Anas.
Diakhir sambutanya Anas menyampaikan siap mendukung penuh workshop ini, hingga BNNK Boalemo mendapatkan status kota tanggap bahkan sangat tanggap, mengingat status BNNK Boalemo saat ini masih Kurang tanggap.(TID02)
![]()
