TERASINDO.ID (Boalemo) – SLB Negeri Boalemo dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Disabilitas tingkat Provinsi Gorontalo yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Selasa (22/7).
Kegiatan ini dilaksanakan sehari penuh dan diikuti oleh 44 siswa dari delapan SLB yang tersebar di wilayah provinsi. Lomba ini merupakan bagian dari program tahunan yang dilaksanakan secara berjenjang dari tingkat kabupaten/kota hingga ke tingkat nasional.
44 Siswa Berkompetisi dalam Sembilan Mata Lomba
Bidang Keterampilan Praktis Jadi Fokus Utama
Sebanyak 44 siswa mengikuti kompetisi yang terbagi dalam sembilan mata lomba. Bidang yang dilombakan antara lain:
* Tata boga
* Kecantikan
* Teknologi informasi
* Membatik
* Merangkai bunga
* Tata busana
* Hantaran
* Kreasi barang bekas
* Kriya kayu

Seluruh lomba dipusatkan di area SLB Negeri Boalemo, baik di dalam kelas maupun ruang praktik. Setiap siswa tampil berdasarkan bidang yang mereka pelajari dan minati di sekolah masing-masing.
Afandi Lkoro: Lomba Ini Bagian dari Program Nasional
Bertujuan Kembangkan Kreativitas Siswa SLB
Ketua tim kerja peserta didik SMA dan Diksus Provinsi Gorontalo, Afandi Lkoro, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari program nasional yang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.

“Lomba ini bertujuan untuk mengembangkan kreatifitas siswa, khususnya siswa yang bersekolah di SLB yang ada di provinsi Gorontalo. Ini merupakan program nasional yang dilaksanakan secara berjenjang, dari tingkat kabupaten kota, provinsi hingga ke tingkat nasional.”
Ia menyebut bahwa lomba tahun ini digelar di Boalemo, dan akan terus bergilir ke sekolah lain di tahun-tahun mendatang.

“Lomba ini rutin dilaksanakan setiap tahun, tahun ini yang dilombakan ada Sembilan mata lomba terdiri dari lomba tataboga, kecantikan, teknologi informasi, membatik, merangkai bunga, tata busana, hantaran, kreasi barang bekas, serta kriya kayu, diikuti 44 siswa dari 8 SLB yang ada di provinsi Gorontalo.”
“Tujuan kami tahun ini dialaksanakan di Boalemo, dan ini dilakukan secara bergilir, tahun-tahun mendatang akan dilaksanakan di sekolah lain di SLB yang ada di provinsi Gorontalo.”

“Kami berharap kepada para siswa yang dihasilkan dari lomba ini bisa membawa nama baik provinsi Gorontalo ke tingkat nasional. Dan juga setelah mereka lulus dari sekolah, mereka dapat memanfaatkan keterampilan mereka dalam kehidupan sehari-hari.”

Kepala SLB Negeri Boalemo Sambut Positif
Ikut Tiga Mata Lomba dan Siap Bersaing
Kepala SLB Negeri Boalemo, Trias Ibrahim Pambi, menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai tuan rumah.

“Tentunya kami merasa sangat bangga, sekolah kami terpilih sebagai pusat pelaksanaan LKS, ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami di SLB Boalemo.”
Trias menyebut sekolahnya ikut dalam tiga cabang lomba, yaitu teknologi informasi, tata boga, dan merangkai bunga.

“Dari Sembilan mata lomba, kami mengikuti tiga lomba yaitu TIK, tata boga, dan merangkai bunga.”
Ia berharap para siswa dapat memberikan hasil terbaik dalam lomba tahun ini.
“Kami berharap kepada siswa yang mengikuti lomba ini dapat memperoleh nilai terbaik dan meraih juara, dan mewakili provinsi Gorontalo ke tingkat nasional.”
Ajang Tahunan yang Diharapkan Memberi Dampak Nyata
LKS Disabilitas Bukan Hanya Soal Juara
Lomba ini tidak hanya diharapkan menghasilkan pemenang, tetapi juga memberikan pengalaman belajar kepada para peserta. Mereka diajak untuk bekerja sama, belajar disiplin waktu, dan mengembangkan kemampuan yang selama ini dipelajari di sekolah.

Selain menjadi ruang pengembangan diri, LKS juga merupakan sarana evaluasi bagi sekolah untuk melihat sejauh mana kemampuan siswa bisa bersaing di tingkat provinsi.
Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo berharap, kegiatan ini bisa terus dilanjutkan tiap tahun dengan skala yang lebih baik, dan siswa yang berprestasi bisa mewakili Gorontalo di level nasional.(Adv)
