TERASINDO.ID (Boalemo) – Sebanyak 13 orang warga binaan menjalani Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) oleh Pembimbing Pemasyarakatan (PK) Balai Pemasyarakatan (Bapas) guna integrasi pemasyarakatan, yang dilaksanakan di Ruangan Kunjungan Lapas kelas IIB Boalemo, Senin (24/1).
Litmas tersebut bertujuan untuk pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif dalam rangka penilaian untuk kepentingan tahanan, pembinaan narapidana, dan pembimbingan klien.
Salah seorang Pembimbing Kemasyarakatan, Triyono menyampaikan bahwa Litmas merupakan Kegiatan penelitian untuk mengetahui latar belakang kehidupan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang dilaksanakan oleh Pembimbing Kemasyarakatan. WBP pada dasarnya harus mengetahui bahwa litmas merupakan salah satu tahapan yang harus dilalui setiap WBP.
“Meskipun jarak yang cukup jauh, tidaklah menjadi halangan bagi Bapas dalam menjalankan tupoksi yang salah satunya melakukan Litmas. Nantinya hasil litmas tersebut akan diajukan acuan untuk pembinaan napi selama menjalani pidana,” ujar Triyono.
Adapun dengan rincian masing-masing yang mendapat asimilasi di rumah sebanyak 5 orang,mendapat CB (Cuti Bersyarat) 2 orang dan PB (Pembebasan Bersyarat) 6 orang.
Para warga binaan tampak antusias mengikuti assesment dan litmas yang bertujuan meningkatkan pembinaan bagi WBP tersebut. Hasil dari Penelitian Kemasyarakatan ini dibuat oleh Pejabat Fungsional Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam bentuk laporan dan menjadi salah satu syarat administratif untuk menilai dan menentukan layanan yang tepat dalam rangka pelaksanaan tahapan pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas mulai dari tahap pembinaan awal, pembinaan lanjutan hingga pembinaan akhir.
Kalapas Kelas IIB Boalemo, Giyono, terjun langsung mengawasi giat litmas tersebut. Kalapas menyampaikan bahwa Kegiatan Litmas ini merupakan salah satu bentuk kerjasama yang terintegrasi antara Lapas dan Bapas.
“Kegiatan Litmas ini dimaksudkan untuk pembinaan perubahan perilaku dan mengkaji tingkat resiko dan kebutuhan klasifikasi golongan warga binaan sejak diputus (vonis-red).” ujar Kalapas
“Kolaborasi antara Lapas dan Bapas saat ini terjalin dengan baik. Selain dalam hal litmas, Bapas nantinya juga akan berperan sebagai pembimbing dan pengawas selama para WBP ini menjalani program asimilasi rumah,” tutupnya.(***)
Sumber: Lapas kelas IIB Boalemo
![]()
