TERASINDO.ID (BOALEMO) – Peringatan hari jadi Kabupaten Boalemo ke-27 pada Senin (12/10) berlangsung dengan cara yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tak ada rapat paripurna di gedung DPRD seperti lazimnya perayaan hari ulang tahun daerah. Kali ini, pemerintah daerah memilih mendekatkan peringatan tersebut dengan masyarakat melalui pembagian ribuan paket sembako bagi kaum duafa.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat, perayaan hari jadi Boalemo tidak diarahkan pada kemeriahan seremoni. Pemerintah Kabupaten Boalemo justru memanfaatkan momentum tersebut untuk berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan.
Bupati Boalemo Rum Pagau bersama Wakil Bupati Lahmuddin Hambali, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Boalemo turun langsung membagikan bantuan kepada warga.
Paket sembako tersebut disalurkan kepada masyarakat yang telah terdata di masing-masing desa di seluruh wilayah Kabupaten Boalemo, yang disalurkan melalui Baznas Kabupaten Boalemo. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan kebutuhan sehari-hari penerima, sekaligus menghadirkan makna berbeda dalam peringatan hari jadi daerah.
Bagi Rum Pagau, perubahan cara merayakan hari jadi bukan berarti menghilangkan nilai penting dari perjalanan 27 tahun Kabupaten Boalemo. Ia menegaskan, penghormatan terhadap sejarah dan para pendiri daerah tidak harus diwujudkan melalui kegiatan seremonial yang meriah.
“Baru kali ini pelaksanaan peringatan HUT Kabupaten Boalemo tidak dilaksanakan dalam suatu sidang di DPRD dan dilaksanakan secara meriah. Kali ini berbeda, namun tidak menghapus maknanya, mengurangi manfaatnya, ataupun mengurangi rasa hormat kepada pendiri daerah ini,” kata Rum Pagau dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan peringatan yang berbeda tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan efisiensi anggaran serta arahan Presiden untuk meniadakan kegiatan seremonial.
Menurut Rum, dalam kondisi tersebut, pemerintah perlu memastikan bahwa anggaran dan momentum peringatan hari jadi tetap memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Hal ini disebabkan karena adanya efisiensi anggaran, dan perintah langsung Bapak Presiden untuk meniadakan kegiatan seremonial. Tetapi kegiatan hari ini justru sangat bermanfaat bagi masyarakat, sebab ada seribu paket sembako yang akan dibagikan kepada masyarakat, ada seratus paket dari Bapak Kapolres,” ujarnya.
Selain bantuan yang disiapkan pemerintah daerah, terdapat pula dukungan paket sembako dari Kapolres Boalemo untuk dibagikan kepada masyarakat.
Rum juga menyampaikan apresiasi kepada para pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) serta masyarakat yang telah menyalurkan zakat melalui lembaga tersebut. Ia berharap kepedulian itu terus tumbuh sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.
“Semoga para pengurus Baznas dan seluruh yang membayarkan zakatnya ke Baznas akan selalu sehat walafiat, umur panjang,” tuturnya.
Peringatan 27 tahun Kabupaten Boalemo kali ini menjadi gambaran bahwa hari jadi sebuah daerah tidak selalu harus dirayakan dengan panggung, pidato panjang, atau kemeriahan acara. Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah memilih menghadirkan perayaan yang lebih dekat dengan kebutuhan warga.
Bagi masyarakat penerima, paket sembako yang dibagikan mungkin terlihat sederhana. Namun, di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus berjalan, bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian yang nyata.
Pada akhirnya, makna sebuah peringatan tidak hanya terletak pada bagaimana sebuah daerah merayakan usianya, tetapi juga pada bagaimana momentum itu digunakan untuk berbagi manfaat dengan masyarakat yang menjadi bagian dari perjalanan daerah tersebut.(TID01)
