432 Santri Ikuti Khatam Raya, Lahmudin: Khatam Qur’an Bukan Akhir


TERASINDO.ID (BOALEMO) – Sebanyak 432 santri TPA/TPQ mengikuti Khatam Raya atau khatam Al-Qur’an massal yang digelar Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kabupaten Boalemo. Kegiatan berlangsung di Gedung Nur Afifah Gafar Boalemo Convention Center, Desa Mohungo, Selasa (12/5).

Kegiatan tersebut dibuka Wakil Bupati Boalemo Lahmudin Hambali dan dihadiri Kepala Kementerian Agama Kabupaten Boalemo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, para guru ngaji, serta orang tua santri.

Lahmudin mengapresiasi AGPAII Kabupaten Boalemo yang telah menggelar Khatam Raya sebagai bentuk penghargaan terhadap ratusan santri yang berhasil menyelesaikan pembelajaran membaca Al-Qur’an.

Menurutnya, pencapaian tersebut tidak boleh dipandang sebagai garis akhir. Khatam justru harus menjadi titik awal bagi anak-anak untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an, baik melalui pembelajaran maupun pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.

“Khatam Raya bukanlah akhir, melainkan awal dari kewajiban untuk terus mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an. Khatam Qur’an adalah wujud keberhasilan pendidikan karakter dan agama sejak dini,” ujar Lahmudin.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Boalemo akan terus mendukung berbagai program keagamaan yang dapat membentuk generasi muda berakhlak mulia. Menurutnya, pendidikan agama sejak usia dini memiliki peran penting dalam membangun karakter anak.

Lahmudin juga meminta para orang tua tidak menghentikan kebiasaan anak membaca Al-Qur’an setelah mengikuti khatam. Dukungan keluarga dinilai penting agar kemampuan yang telah diperoleh santri terus berkembang.

“Melalui Khatam Raya ini, kami berharap anak-anak dapat terus mendalami Al-Qur’an. Kepada orang tua, tolong terus fasilitasi anak-anak kita membaca Al-Qur’an. Jangan sampai berhenti sampai di sini,” tutupnya.

Khatam Raya tersebut menjadi momentum bagi ratusan santri untuk menunjukkan hasil pembelajaran mereka sekaligus menguatkan komitmen keluarga, guru ngaji, dan pemerintah dalam menanamkan pendidikan agama dan karakter sejak dini.(TID01)