TERASINDO.ID (Nasional) – Kabar duka kembali menyelimuti tanah air, hal tersebut menyusul tersiarnya kabar meninggalnya salah satu tokoh pendakwah tanah air yakni, Syekh Ali Jaber. Kabar duka tersebut diunggah oleh akun Instagram Yayasan syekhalijaber.
“Kami berduka atas wafatnya Syaikh Ali Saleh Mohammed Ali Jaber,” ujar keterangan akun itu, Kamis (14/1/2021).”
Belum diketahui penyebab pasti wafatnya salah satu pendakhwah popular tanah air tersebut, namun beberapa waktu diketahui Syekh Ali Jaber sempat dirawat karena positif Covid-19.
Wafatnya Syekh Ali Jaber juga turut dibenarkan Ustad Yusuf Mansyur, namun dirinya mengatakan bahwa meninggalnya Syekh Ali Jaber dalam keadaan negatif Covid-19.
“Benar Syeikh Ali wafat. 08.30 WIB, sudah dalam keadaan negatif COVID. Di RS Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta,” tulis Yusuf Mansur.
Seperti diketahui, pemilik nama lengakap Syekh Ali Saleh Muhammad Ali Jaber ini lahir di Madinah Februari 1976. Ia anak pertama dari 12 bersaudara dan menikah dengan Umi Nadia, wanita Indonesia asal Lombok, NTB, dan dikaruniai seorang anak bernama Hasan.
Pria yang berprofesi sebagai pendakwah tersebut memulai dakwahnya di Indonesia sejak tahun 2008, hingga resmi menyandang status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) pada tahun 2012 silam.
Seiring berjalannya waktu, pada 13 September 2020, lalu Syekh Ali Jaber sempat mendapat perlakuan tidak menyenangkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab, dirinya ditikam oleh orang yang tidak dikenal saat berceramah di Bandar Lampung. Akibatnya, dirinya mengalami luka tusuk bagian lengan kanan.
Meski mendapatkan perlakuan tersebut, sosok yang dikenal santun dan ramah itu, mengaku tak pernah surut dalam meneruskan perjuangan dakwahnya. Bahkan sebagai bentuk kecintaannya terhadap Indonesia, dirinya mengaku siap mati dan dimakamkan di Indonesia.
“Saya melanjutkan dakwah, meski pulang ke Madinah, masih tutut, kabar di mana-mana tiba di Lampung dari Jakarta. Saya siap mati di Indonesia, dimakamkan di Indonesia,” kata Syekh Ali dalam keterangannya, Jumat (18/9/2020) lalu.(TID01)
![]()
