Pemda Boalemo Berencana Izinkan Pelaksanaan Salat Tarawih di Masjid Masing-masing


TERASINDO.ID (Boalemo) – Pandemi Covid-19 yang terus melanda sejak tahun 2019 hingga saat ini membuat sebagian besar aktivitas masyarakat terhambat, mulai dari kegiatan perekonomian hingga kegiatan keagamaan, seperti pelaksanaan salat Tarawih di bulan suci ramadan dan idul fitri pada tahun 2020 lalu terpaksa harus dilaksanakan di rumah masing-masing demi memutus penyebaran covid-19.

Untuk tahun 2021 kali ini pemerintah Kabupaten Boalemo berencana untuk membuka kembali pelaksanaan salat tarawih di masjid masin-masing. Hal tersebut disampaikan langsung Plt Bupati Boalemo Anas Jusuf pada pelaksanaan Apel Awal Bulan, yang berlangsung Senin (5/4) pagi di Alun-alun Tilamuta. Menurutnya pembukaan salat tarawih nantinya akan melihat perkembangan penyebaran covid-19 di Kabupaten Boalemo jika tidak terjadi peningkatan yang signifikan, dan akan dibahas bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Boalemo.

“Kami insya allah minggu ini, kepada Kesbangpol tolong mengundang seluruh forkopimda untuk melaksakanan rapat persiapan pelaksanaan salat tarawih di bulan suci ramadan nanti. Kami berkeinginan insya allah kalau zona covid-19 kita masih seperti sekarang tidak mengalami lonjakan, pelaksanan salat tarawih kita akan buka di masjid masing-masing,” ujarnya.

Meski demikian, jika pelaksanaan ibadah salat tarawih bisa dilaksanakan di masjid masing-masing. Pemerintah Kabupaten Boalemo meminta untuk tetap dengan ketat menerapkan protokol kesehatan.


“Tetapi tetap dengan mengedepankan protokol kesehatan, menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker. Kami berkunjung ke beberapa kecamatan, masyarkat menginginkan pelaksanaan salat tarawih ini bisa dibuka dan tidak seperti tahun yang lalu,” jelasnya.

Untuk itu dirinya berharap, semua masjid di Kabupaten Boalemo dapat menyiapkan fasilitas pendukung untuk penerapan protokol kesehatan. Bahkan dirinya meminta bagi setiap takmirul masjid harus betul-betul bertanggungjawab dalam menyiapkan fasilitas tersebut.

“Kami berharap fasilitas pendukung yang ada di masjid tetap disiapkan. Dan kalau pelaksanaan salat tarawih dilaksanakan di masjid masing-masing maka pengurus takmirul masjid harus betul-betul bertanggungjawab terhadap pelaksanaan protokol kesehatan, karena kami amati di beberapa tempat pelaksanaannya sudah mulai tidak lagi memperhatikan protokol kesehatan,” tutupnya.(TID01)

QR Code

Loading