TERASINDO.ID (Jakarta) – Pemerintah Kabupaten Boalemo terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Saat ini, Pemkab tengah mengupayakan peningkatan status dua rumah sakit daerah, yakni Rumah Sakit Tani dan Nelayan (RSTN) dari Tipe C menjadi Tipe B, serta Rumah Sakit Iwan Bokings (RSIB) dari Tipe D ke Tipe C.
Langkah ini tentu bukan perkara mudah, mengingat kondisi keuangan daerah Boalemo yang masih sangat bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar saja, Dana Alokasi Umum (DAU) yang diterima masih jauh dari cukup.
Namun, di tengah keterbatasan itu, harapan baru pun muncul. Pemerintah Kabupaten Boalemo mendapat angin segar dari PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), sebuah BUMN di bawah naungan Kementerian Keuangan RI yang fokus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional.
Melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), PT. PII membuka peluang bagi Boalemo untuk mengembangkan infrastruktur kesehatan tanpa harus mengandalkan pinjaman atau membebani APBD.
Langkah strategis ini tidak terlepas dari inisiatif Bupati Boalemo, Rum Pagau dan Wakil Bupati Lahmuddin Hambali,bersama jajaran DPRD Boalemo melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor pusat PT. PII di Jakarta, Rabu (23/04). Pertemuan ini menjadi titik awal penjajakan kerja sama yang lebih konkret di bidang kesehatan.
BACA JUGA : RSTN Boalemo bakal Berganti Nama
Kepala Bapppeda Boalemo, Srijun Dangkua, yang turut hadir dalam pertemuan itu menjelaskan bahwa peluang kerja sama ini sangat terbuka.
“Alhamdulillah hasil pertemuan Bapak Bupati Boalemo, Rum Pagau didampingi Bapak Wabup Lahmuddin Hambali bersama PT. PII, untuk Kabupaten Boalemo berpeluang mendapat pembangunan infrastruktur lewat Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) di bidang kesehatan,” Ungkap Srijun Dangkua,
Ia menekankan, KPBU bukanlah skema pinjaman, melainkan bentuk investasi langsung dari pihak swasta yang akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menyediakan infrastruktur publik, yang tetap berada di bawah pengawasan PT. PII.
“Jadi, perlu ditegaskan bahwa skema KPBU ini bukan pinjaman dana, tetapi bentuk kerjasama pemerintah dan swasta dengan menginvestasikan dananya lewat penyediaan infrastruktur publik untuk dikelola secara bersama dibawah kendali dan pengawasan PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII),” jelasnya.
Dalam waktu dekat, PT. PII dijadwalkan mengunjungi Kabupaten Boalemo untuk melakukan peninjauan langsung ke lokasi lahan pembangunan RSTN dan RSIB. Kunjungan ini akan menjadi langkah awal dalam proses penilaian kelayakan proyek.
Srijun pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung upaya ini.
“Kami sangat berharap dukungan penuh dari masyarakat Boalemo. Karena pada akhirnya, rumah sakit ini adalah milik kita semua. Jika ini berhasil, Boalemo tidak hanya punya rumah sakit yang lebih baik, tapi juga bisa menjadi pusat rujukan regional di wilayah Barat Provinsi Gorontalo,” pungkasnya.(TID01)
