TERASINDO.ID (Boalemo) – Pemerintah Kabupaten Boalemo mengambil langkah bersejarah dengan merencanakan perubahan nama Rumah Sakit Tani dan Nelayan (RSTN) menjadi Rumah Sakit Clara Gobel. Langkah ini bertujuan untuk memberikan penghormatan dan pengakuan atas jasa besar almarhumah drg. Clara Gobel, sosok dokter gigi pertama yang mengabdi di wilayah Tilamuta dan dikenal luas karena dedikasinya terhadap pelayanan kesehatan masyarakat Boalemo.
Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, mengumumkan rencana perubahan nama ini saat menghadiri kegiatan peringatan Hari Kartini yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo pada Senin (21/4). Dalam sambutannya, Lahmuddin menegaskan bahwa pemerintah daerah merasa memiliki kewajiban moral untuk mengenang dan menghormati perjuangan almarhumah yang telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor kesehatan di Boalemo.
“Rumah Sakit Tani dan Nelayan akan berganti nama menjadi Rumah Sakit Clara Gobel,” ujar Lahmuddin
Ia menambahkan bahwa pemerintah telah berdiskusi dan memperoleh persetujuan dari Bupati serta keluarga besar almarhumah untuk memproses perubahan nama tersebut secara resmi.
Lebih lanjut, Lahmuddin menjelaskan bahwa Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur Rumah Sakit akan segera bertolak ke Jakarta guna menindaklanjuti proses administrasi yang dibutuhkan dalam pergantian nama rumah sakit.
“Besok, mereka akan berangkat setelah kami mendapatkan restu dari pimpinan daerah dan keluarga. Mungkin ini akan menimbulkan pro dan kontra, tetapi kita harus melihat bahwa keputusan ini bukan hanya soal nama, melainkan juga mengandung nilai historis dan sisi ekonomis yang penting,” ujarnya.
Lahmuddin juga mengungkapkan alasan kuat di balik pemilihan nama Clara Gobel sebagai pengganti nama RSTN. Menurutnya, almarhumah bukan hanya sekadar tenaga medis biasa. drg. Clara Gobel tercatat sebagai dokter gigi pertama yang bertugas di Tilamuta, dan sepanjang masa pengabdiannya, ia menunjukkan komitmen luar biasa. Clara tak hanya melayani masyarakat dengan sepenuh hati, tetapi juga menyerahkan tanah miliknya untuk mendukung pembangunan fasilitas kesehatan.
“Beliau memberikan tanahnya ke pemerintah, membangun rumah dinasnya sendiri, dan ketika pensiun, beliau menyerahkan seluruh asetnya kepada pemerintah daerah. Sekarang, rumah dinas yang ia bangun itu sudah menjadi rumah dinas Wakil Bupati,” tutur Lahmuddin
Ia menekankan bahwa pemberian nama rumah sakit ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan bentuk penghargaan yang tulus dari pemerintah dan masyarakat Boalemo atas jasa dan pengabdian almarhumah.
“Apa yang harus kita bayarkan untuk jasa sebesar itu? Tentu, walaupun ini hanya sebuah nama, tetapi ini adalah bentuk penghargaan yang sangat layak bagi beliau yang telah berbuat besar untuk daerah ini,” tegasnya.(TID01)
