TERASINDO.ID (Boalemo) – Suasana haru menyelimuti pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 71 Kabupaten Boalemo yang digelar di Desa Tutulo, Kecamatan Botumoito, Selasa (30/9). Momen mengharukan itu terjadi sesaat sebelum para siswa memasuki asrama.
Di tengah keramaian, seorang siswa tampak duduk sendiri sambil menangis. Pemandangan itu langsung menyita perhatian Bupati Boalemo Rum Pagau dan Wakil Bupati Lahmuddin Hambali. Keduanya mendekati siswa tersebut dan menanyakan apa yang membuatnya bersedih.
Dengan terbata-bata, siswa itu menyampaikan bahwa ia berasal dari Desa Hulawa, Kecamatan Paguyaman. Ia menangis karena merasa rindu pada orang tuanya. Berbeda dengan teman-temannya yang diantar langsung oleh ayah atau ibu, ia hanya diantar oleh pemerintah Desa Hulawa. Ibunya telah tiada, sementara ayahnya sedang bekerja dan tidak bisa hadir.
Cerita itu membuat suasana semakin emosional. Bupati Rum Pagau langsung memeluk siswa tersebut dan mencoba menenangkan hatinya.
“Kamu tidak sendiri, Mulai hari ini, ada pak bupati yang jaga kamu di sini, semua disini keluargamu” ucap Rum Pagau lembut sambil memeluk dan mengusap bahunya.
Wakil Bupati Lahmuddin Hambali juga ikut memberikan semangat.
“Terus semangat dan buat bangga orang tuamu.” Ucap Lahmuddin.
Meski masih menahan sedih, siswa tersebut menyatakan akan tetap melanjutkan sekolahnya di Sekolah Rakyat Kabupaten Boalemo. Kehadiran dua pimpinan daerah itu seolah menjadi pengganti keluarga yang tak sempat mendampingi.(TID01)
