TERASINDO.ID GORONTALO – Sebuah daerah yang membanggakan, Gorontalo sebagai salah satu produsen jagung terbesar di Indonesia, sehingga menciptakan lanskap budaya yang kaya dan unik, dengan matahari yang murah senyum, tanah subur Gorontalo melambangkan kehidupan masyarakatnya yang erat kaitannya dengan pertanian.
Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, sehingga jagung bukan sekadar tanaman, melainkan sebuah simbol keberlanjutan hidup.
Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Mohamad Rifaldi Bempah dalam kegiatan MOPOBIBI VOL.2 pameran karya anak DKV (PARADE)Universitas Ichsan Gorontalo Jurusan DKV Fakultas Ilmu Komputer dimana dari pemikiran ini, lahir gagasan untuk mengangkat nilai seni dari unsur alam yang melimpah di sekitar kita, khususnya kulit jagung.

Pasalnya menurut Pria yang pecinta seni ini, Kulit jagung sisa dari hasil panen yang sering diabaikan, ternyata memiliki potensi luar biasa untuk dijadikan medium lukisan yang unik dan bermakna.
“Dalam konteks ini, seni lukis menjadi wadah ekspresi yang memungkinkan penyelarasan antara kekayaan alam Gorontalo dan nilai-nilai seni. Penggunaan kulit jagung dalam seni lukis bukan hanya sebagai bentuk apresiasi terhadap alam, tetapi juga sebagai cara untuk memperkenalkan keindahan dan karakter unik Gorontalo kepada dunia luar,” tandasnya.
Olehnya itu dikatakan oleh Rivaldi dengan memadukan kreativitas seniman lokal dan kearifan lokal dalam mengolah kulit jagung, dihasilkan karya seni yang tidak hanya estetis, tetapi juga mengandung nilai-nilai kearifan lokal yang mendalam.Lebih lanjut menurutnya, sejalan dengan semangat pelestarian budaya dan lingkungan, lukisan berbahan dasar kulit jagung dapat menjadi langkah konkrit dalam mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
“Melalui karya seni ini, kita diingatkan akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan merawat warisan budaya, sambil memberikan sentuhan artistik yang memperkaya nilai-nilai kehidupan,” pungkasnya. (TID03)
