TERASINDO.ID (Boalemo) – Plt Bupati Boalemo, Anas Jusuf yang diwakili Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Boalemo, Sherman Moridu, menutup seluruh rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) penatausahaan keuangan dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) yang berlangsung di Grand Q Hotel, Kota Gorontalo, Jumat (26/3).
Dalam kegiatan yang digagas Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Boalemo tersebut, Sekda Boalemo berharap dengan adanya SIPD dapat melahirkan tata kelola pemerintahan serta keuangan yang semakin baik kedepannya.
“Kita berharap melalui SIPD ini tata kelola pemerintahan akan semakin baik, hadirnya SIPD dapat memberikan jawaban terhadap keseluruhan kegiatan pengelolaan keuangan, baik dari aspek perencanaaan, penganggaran, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, sampai dengan pengawasan itu terkelola dengan baik,” ungkapnya.
Sekda Sherman Moridu menjelaskan bahwa sejak Kabupaten Boalemo resmi berdiri, pernah mencatat satu kelalaian pada tahun 2020 terkait pengelolaan keuangan yang tidak tepat waktu, yang berdampak tidak ditransfernya dana dari pemerintah pusat.
“Dalam pengelolaan keuangan, satu kali kita lalai dalam pengelolaan keuangan daerah tidak tepat waktu, yakni penomoran APBD 2020 penomorannya tanggal 2 januari 2020, hingga dampaknya di 2021 hampir 50 milyar uang tidak ditransfer,” ujarnya.
Untuk itu, dirinya meminta kepada seluruh pimpinan OPD untuk dapat menata dan mentaati setiap regulasi dan ketentuan yang ada.
“Oleh karena itu mulai kita tata regulasi dan tahapan ini, jangan sampai melewati. Olehnya para pimpinan OPD kami sangat berharap melihat benar-benar ketentuan ini,” tutupnya.(TID01)
