TERASINDO.ID (Boalemo) – Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, mengimbau seluruh elemen di Kabupaten Boalemo untuk terus berkomitmen dan bekerja sama dalam menekan angka stunting. Hal tersebut disampaikan saat dirinya membuka kegiatan Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Boalemo yang digagas oleh DPPKBP3A Boalemo. Kegiatan ini berlangsung di Aula Bapppeda Kabupaten Boalemo, pada Selasa (28/10).
Dalam arahannya, Wakil Bupati Lahmuddin mengungkapkan bahwa saat ini angka prevalensi stunting di Boalemo sudah berada di angka 8 persen. Capaian ini disebutnya telah melampaui target nasional sebesar 14 persen.
“Saat ini angka Prevalensi Stunting kita sudah berada diangka 8 %, dimana Kabupaten Boalemo adalah Kabupaten yang capaiannya sudah melampaui target nasional yaitu 14 %. Untuk itu melalui kesempatan ini kami mengajak dan menghimbau untuk kita semua mari bersama – sama bekerja sesuai dengan tugas dan tanggungjawab kita masing – masing sebagaimana yang menjadi misi kita mewujudkan Kabupaten Boalemo yang berdaya saing, sejahtera dan berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Lahmuddin menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat langkah-langkah penanganan stunting di daerah.
“Semua sektor harus bergerak bersama, sama – sama bekerja dan terus mengedepankan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan sentuhan dan bantuan kita semua,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, dirinya juga memberikan apresiasi kepada para penyuluh keluarga berencana yang terus hadir di tengah masyarakat.
“Melalui kesempatan ini saya juga memberikan apresiasi kepada teman – teman penyuluh keluarga berencana yang telah bekerja dan terus memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui kegiatan pembinaan dan penyuluhan bagi keluarga resiko stunting (KRS) baik untuk calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan baduta,” kata Lahmuddin.
Ia menegaskan bahwa komitmen bersama menjadi kunci utama dalam menurunkan angka stunting di Boalemo.
“Komitmen kita semua menjadi sangat penting untuk dapat menurunkan prevalensi stunting yang ada di Kabupaten Boalemo. Teruslah bekerja, teruslah berkarya ciptakan inovasi demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Boalemo,” lanjutnya.
Di akhir sambutannya, Lahmuddin juga menitipkan pesan khusus bagi para tenaga pendamping di lapangan agar lebih fokus memberikan perhatian kepada keluarga yang memiliki balita dengan kondisi berat badan tidak naik.
“Saya titip pesan tolong berikan pembinaan, edukasi, pemahaman bagi keluarga yang memiliki balita yang ada di Kabupaten Boalemo berjumlah 2019 balita yang tidak naik timbangannya. Dimana mereka ini yang perlu menjadi perhatian kita semua jangan sampai akan menjadi balita kurang gizi dan bahkan menjadi gizi buruk yang nantinya akan menyumbang bertambahnya angka stunting di Kabupaten Boalemo,” tutup Lahmuddin.(TID01)
