Boalemo Penghasil Jagung Terbesar, Rum Pagau Soroti Petani yang Masih Terjebak Kemiskinan


TERASINDO.ID (BOALEMO) – Bupati Boalemo Rum Pagau menyoroti kondisi ekonomi masyarakat yang dinilainya belum sejalan dengan potensi pertanian daerah. Meski Boalemo menjadi salah satu penghasil jagung terbesar di Provinsi Gorontalo, ia menyebut kondisi ekonomi masyarakat masih menghadapi persoalan serius.

Hal itu disampaikan Rum Pagau saat memberikan pembinaan kepada perangkat desa se-Kecamatan Wonosari di BPU, Kamis (21/5). Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Lahmudin Hambali, Ketua DPRD Kabupaten Boalemo Karyawan Eka Putra Noho, Sekretaris Daerah Nurdin Badrean, serta pimpinan OPD terkait.

Rum mempertanyakan mengapa besarnya produksi jagung belum mampu mengangkat kesejahteraan petani. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama, terutama bagi pemerintah di tingkat desa yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

“Boalemo ini penghasil jagung terbesar di wilayah Provinsi Gorontalo, tetapi kondisi ekonomi masyarakat kita termiskin nomor satu di wilayah Provinsi Gorontalo. Ada apa sampai demikian? Kita harus introspeksi. Kenapa penghasil jagung terbesar, tetapi petaninya miskin terus? Ini perlu dievaluasi. Saya sangat prihatin dengan keadaan ini,” tegas Rum.

Untuk mendorong perubahan ekonomi masyarakat, pemerintah daerah menyiapkan program perkebunan jangka panjang. Rum mengatakan pemerintah tidak hanya mengandalkan komoditas pertanian yang hasilnya relatif cepat, tetapi juga mulai mendorong tanaman tahunan yang diharapkan menjadi sumber pendapatan masyarakat dalam beberapa tahun ke depan.

“Makanya saya ada program. Kalau Anda ikuti, pasti bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Insyaallah, dengan program yang sudah saya canangkan ini bisa merubah ekonomi masyarakat. Anda cukup menunggu lima sampai tujuh tahun ke depan,” ujarnya.

Pada 2026, pemerintah daerah menyiapkan sekitar 2.000 bibit durian Musang King premium untuk dibagikan kepada masyarakat. Program tersebut melanjutkan pembagian sekitar 4.000 bibit pada tahun sebelumnya.

Selain durian, Boalemo juga akan mendapatkan bantuan sekitar 2.000 bibit kakao dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian. Pemerintah daerah juga menyiapkan bibit sawit dan pala untuk dikembangkan masyarakat.

Rum berharap program tersebut tidak berhenti pada pembagian bibit, tetapi benar-benar dikembangkan hingga menghasilkan sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

“Semoga dengan program yang kami canangkan ini ekonomi masyarakat Kabupaten Boalemo bisa berubah dan lebih sejahtera. Sehingganya kami berharap kepada seluruh kepala desa dan perangkat desa agar dapat mendukung program-program yang sudah dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Boalemo,” tutupnya.

Selain membahas sektor ekonomi, Rum juga meminta perangkat desa memperkuat kapasitas dan integritas dalam menjalankan pemerintahan. Menurutnya, kepala desa dan perangkat desa merupakan motor penggerak berbagai program pemerintah dari tingkat pusat hingga daerah.

Ia mengingatkan kepala desa agar menjalankan kewenangan secara profesional dan adil, termasuk dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat. Rum menegaskan tidak boleh ada praktik mengutamakan keluarga atau memberikan bantuan berulang kepada penerima yang tidak sesuai ketentuan.

Rum juga mengingatkan kepala desa agar tidak menyalahgunakan kewenangan. Ia menegaskan siap mengambil tindakan tegas terhadap kepala desa yang melanggar kesepakatan dalam fakta integritas maupun ketentuan yang berlaku.(TID01)