Buka Kegiatan Analisis Aksi 1, Sherman Berharap Target Stunting Tahun 2021 Lebih Kecil Dari 10%


TERASINDO.ID (Boalemo) – Sekertaris Daerah Sherman Moridu membuka secara resmi kegiatan pelaksanaan analisis situasi stunting (Aksi 1) tahun 2021, yang digelar di Aula Grand Amalia Hotel, Rabu (10/3), dalam kesempatan tersebut dirinya mengungkapkan bahwa misi untuk menurunkan angka stunting, dibutuhkan kiat-kiat serta komitmen dalam menangani permasalahan tersebut.

“Ini perlu penanganan khusus untuk menurunkan angka stunting ini, oleh karena itu kita harus perlu menganalisis lagi bagaimana proses untuk mengindentifikasi untuk intervensi penurunan stunting,” ungkapnya

Sesuai data yang ada terkait progres penurunan angka stunting pada balita mulai dari tahun 2015 hinga 2020 yakni 50.2% di tahun 2015, 32,8% tahun 2016, 32,5% tahun 2017, 24,3 tahun 2018, dan 15,5 tahun 2019, serta 13,4 di tahun 2020, hal ini menjunjukan bahwa ada perubahan yang cukup besar dari tahun ketahun.

Dirinya berharap untuk menangani permasalahan ini perlu adanya kerjasama serta komitmen seluruh OPD terkait yang berada di Kabupaten Boalemo, dengan adanya kerjasama ini, sehingga bagaimana caranya angka stunting yang ada sekarang ini bisa turun lebih diangka 10% menjadi tanggung jawab kita semua.

“Bagaimana kalo kita berkomitmen, kalau perlu melewati dibawa angka 10% kalo boleh kita upayakan itu, dan ini perlu adanya kolaborasi dari OPD-OPD terkait, baik itu Dinas Kesehatan, Bappeda, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial PMD, dalam rangka mengoptimalisasi peran dari pada penanganan stunting,” jelasnya.

Disamping itu Kepala Dinas Kesehatan Sutriyani Lumula menjelaskan secara umum
terkait tujuan rekomendasi atau output, yang mana untuk pencegahan stunting di Kabupaten Boalemo melalui analisis aksi satu.

“Rekomendasi atau output yang harus dihasilkan oleh kita semua dalam rangka mengkoordinasikan lintas sektor tentang pemetaan awal atau analisis aksi 1 untuk pencegahan stunting di Kabupten Boalemo, ungkap Sutriyani.(TID02)

Loading