Bupati Boalemo Diundang Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Kunjungan ke Gorontalo


TERASINDO.ID (Boalemo) — Kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, ke Gorontalo, Selasa (29/04), turut menghadirkan pertemuan khusus dengan Bupati Boalemo, Rum Pagau. Pertemuan ini berlangsung usai Menteri Trenggono meninjau Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kwandang di Kabupaten Gorontalo Utara.

Juru bicara khusus Bupati Boalemo, Paris Djafar, menjelaskan bahwa undangan khusus ini merupakan cerminan hubungan baik dan komunikasi intens antara Bupati Rum Pagau dengan Menteri Sakti Wahyu Trenggono. Selain itu, komunikasi juga terjalin erat antara Bupati Rum Pagau dengan Abraham Mose, Komisaris PT PINDAD yang juga merupakan sahabat dekat Menteri Trenggono.

“Hubungan baik ini sudah lama terjalin. Maka tidak heran jika dalam kunjungan kerja Menteri ke Gorontalo, Bapak Bupati Rum Pagau turut diundang secara khusus,” ujar Paris Djafar.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu strategis dibahas, terutama mengenai sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan. Salah satu fokus utama adalah rencana revitalisasi dan peningkatan infrastruktur pelabuhan perikanan untuk mendukung aktivitas nelayan sekaligus membuka peluang ekspor hasil laut.

Menteri Sakti Wahyu Trenggono juga menyampaikan kemungkinan untuk menarik investor dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan di daerah, termasuk di Kabupaten Boalemo. Peluang ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Boalemo di bawah kepemimpinan Bupati Rum Pagau dan Wakil Bupati Lahmuddin Hambali tengah gencar mengoptimalkan program agromaritim melalui penguatan infrastruktur serta peningkatan konektivitas antar wilayah.

Kabupaten Boalemo memiliki posisi geografis strategis di pusat Teluk Tomini, ditunjang dengan keberadaan Pelabuhan Perikanan dan kawasan Pelabuhan Tilamuta. Jika pelabuhan ini berhasil dikembangkan secara maksimal, maka akan membuka konektivitas jalur laut antar pulau yang lebih murah, mudah, dan cepat—serta diyakini mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.(TID01)