Bupati Rum Pagau: Seleksi Kepala Sekolah di Boalemo Murni Berdasarkan Karakter dan Kompetensi, Bukan Kepentingan Politik


TERASINDO.ID (BOALEMO) – Bupati Boalemo, Rum Pagau, menegaskan bahwa seleksi bakal calon kepala sekolah TK, SD, dan SMP di Kabupaten Boalemo dilakukan secara murni berdasarkan penilaian terhadap karakter dan kompetensi para calon, bukan berdasarkan kepentingan politik. Hal itu ia sampaikan saat membuka Rapat Kerja Seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah se-Kabupaten Boalemo di Grand Amalia Hotel, Tilamuta, Kamis (26/6).

Dalam sambutannya, Rum Pagau menegaskan bahwa seleksi ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah untuk memastikan pendidikan di Boalemo benar-benar dipimpin oleh orang-orang yang memiliki integritas dan kepribadian baik. Ia juga mengingatkan bahwa meski pada kontestasi politik lalu banyak guru yang tidak berpihak kepadanya, dirinya tetap tidak pernah berpikir untuk membalasnya dalam bentuk apapun.

“Kenapa saya meminta ini untuk dilaksanakan, walaupun dalam politik kemarin sebagian besar guru tidak dengan saya, tapi dalam benak saya, saya tidak pernah terfikir untuk melakukan hal yang menyinggung perasaan bapak dan ibu,” ujarnya.

Bupati Rum Pagau menjelaskan bahwa proses seleksi ini juga sesuai peraturan perundang-undangan, yakni Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025. Dalam peraturan tersebut diatur bahwa masa jabatan kepala sekolah berlangsung selama empat tahun dan hanya bisa diperpanjang untuk satu periode berikutnya.

“Menurut peraturan Mendikdasmen, masa jabatan kepala sekolah hanya empat tahun, dan dapat diangkat kembali untuk satu masa jabatan berikutnya. Maka jika sudah lewat dua periode, yang bersangkutan tidak dapat diangkat kembali, dan dikembalikan tugasnya sebagai guru pengajar,” katanya.

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini di Kabupaten Boalemo terdapat 57 kepala SMP, 134 kepala SD, dan 88 kepala TK. Dengan jumlah yang cukup banyak ini, kepala sekolah harus benar-benar memegang peran sebagai teladan dan penggerak perubahan di sekolahnya.

“Kalau sekolah dipimpin oleh orang yang karakternya kurang bagus, maka itu akan menurun ke para guru, dan berdampak pada anak didik kita semua,” lanjutnya.

Rum Pagau menekankan bahwa jabatan kepala sekolah bukanlah untuk mereka yang hanya mengejar keuntungan pribadi, melainkan untuk mereka yang bertekad memajukan pendidikan di daerah.

“Kalau karakter bapak ibu tidak bagus untuk menjadi seorang kepala sekolah, jangan bermimpi lagi untuk jabatan itu. Karena saya membutuhkan orang-orang yang ingin memajukan pendidikan, bukan yang ingin mencari hidup dari pendidikan,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, ia juga berpesan agar para guru di Kabupaten Boalemo selalu berinovasi dan berpikir kreatif demi kemajuan pendidikan.

“Saya berharap para guru harus lebih kreatif, dan selalu melahirkan inovasi demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Boalemo ke depan,” pungkasnya.(TID01)