Dari Sawah ke Istana: Rahmat Hidayat, Putra Petani dari Boalemo yang Siap Kibarkan Merah Putih di Istana Negara


TERASINDO.ID (BOALEMO) — Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. Seorang pelajar sederhana, Rahmat Hidayat, sukses menorehkan prestasi yang tak hanya mengharumkan nama sekolah dan daerah asalnya, tetapi juga membawa nama Provinsi Gorontalo ke panggung nasional. Rahmat terpilih sebagai salah satu anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional tahun 2025.

Kepastian ini diumumkan langsung oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melalui kanal YouTube resminya, Rabu (2/7). 

Dalam pengumuman resmi tersebut, Plt. Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP, Ir. Prakoso, M.M., menyampaikan hasil seleksi nasional yang telah digelar sejak 25 hingga 29 Juni lalu.

“Provinsi Gorontalo, terpilih putra, Rahmat Hidayat, dengan cadangan Mohammad Saputra P. Ahmad,” ujar Ir. Prakoso dalam tayangan tersebut.

Perjalanan Anak Petani Menuju Panggung Nasional

Rahmat bukan berasal dari keluarga berkecukupan. Ia adalah putra dari pasangan Maslur dan Sariah, petani sederhana yang tinggal di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo. Di tengah kehidupan yang jauh dari gemerlap kota, Rahmat tumbuh dengan nilai-nilai kerja keras dan kesederhanaan yang tertanam kuat dalam dirinya.

Saat ini, Rahmat duduk di bangku kelas X SMA Negeri 1 Wonosari. Meski usianya masih belia, dedikasinya untuk mengharumkan nama daerah sudah tampak begitu kuat. Ia mengikuti seleksi Paskibraka dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga akhirnya terpilih menjadi satu-satunya wakil dari Boalemo yang lolos ke tingkat nasional.

Disiplin dari Pencak Silat dan Jiwa Kepemimpinan yang Teruji

Tak hanya andal dalam baris-berbaris, Rahmat juga dikenal aktif dalam olahraga pencak silat. Aktivitas ini bukan sekadar hobi, melainkan bagian dari pembentukan karakter dan disiplin dirinya. Di arena silat, Rahmat belajar mengendalikan emosi, menjaga konsistensi latihan, hingga membangun mental tahan banting yang sangat dibutuhkan dalam proses seleksi Paskibraka.

Ketika menjalani seleksi tingkat provinsi, Rahmat bahkan sempat memukau tim penilai lewat kekuatan fisik dan ketenangan emosinya yang ia asah dari seni bela diri tersebut. Semua ini menjadi bekal berharga ketika ia harus bersaing secara nasional dengan calon paskibraka terbaik dari seluruh Indonesia.

Harapan dan Doa dari Tanah Boalemo

Prestasi Rahmat menjadi cahaya harapan bagi para pemuda di Boalemo dan Gorontalo secara umum. Di tengah keterbatasan, kerja keras, doa, dan keyakinan bisa mengantar siapa pun meraih mimpi yang tinggi. Tak sedikit warganet dan masyarakat Gorontalo yang membanjiri kolom komentar unggahan BPIP dengan ucapan selamat dan harapan besar bagi Rahmat.

Kini, Rahmat bersiap menjalani pemusatan latihan nasional sebagai anggota Paskibraka yang akan bertugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih di Istana Negara pada peringatan HUT RI ke-80, 17 Agustus mendatang.

Rahmat: “Tanpa Doa Orang Tua, Saya Tak Akan Sampai di Titik Ini”

Ketika dihubungi tim redaksi, Rahmat tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Dengan suara penuh semangat, ia membagikan kesan dan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut.

“Pastinya saya merasa sangat senang sekali, apalagi bisa tembus sampai ke seleksi tingkat nasional. Saya juga dapat banyak teman dari berbagai daerah,”ungkap Rahmat.

Ia pun menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada semua pihak yang telah mendukung langkahnya hingga sejauh ini.

“Terima kasih banyak untuk Pemerintah Kabupaten Boalemo karena telah mendukung penuh saya. Dan untuk orang tua, terima kasih atas doa dan dukungan selama ini. Tanpa doa orang tua saya, tidak mungkin saya bisa sampai seperti ini,” tuturnya dengan suara haru.(TID01)