TERASINDO.ID (Boalemo) – Kabupaten Boalemo kembali mencatatkan prestasi membanggakan di bawah kepemimpinan Bupati Rum Pagau dan Wakil Bupati Lahmuddin Hambali. Untuk kedelapan kalinya secara berturut-turut, Boalemo menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Penyerahan opini tersebut berlangsung di Auditorium BPK Perwakilan Provinsi Gorontalo, Senin (19/5), dan diterima langsung oleh Bupati Rum Pagau.
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa Pemkab Boalemo terus menjaga komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Di tengah tantangan sistem dan regulasi yang terus berkembang, Boalemo berhasil membuktikan bahwa kerja kolaboratif lintas OPD mampu menciptakan tata kelola keuangan yang sehat dan konsisten.
Bupati Boalemo Rum Pagau, melalui Kepala Badan Keuangan Kabupaten Boalemo, Taufiq Kumali, menjelaskan bahwa capaian WTP tahun ini tidak lepas dari keberhasilan Pemkab Boalemo dalam mengimplementasikan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) secara penuh.
“Tahun ini kita sudah menggunakan full SIPD, dan alhamdulillah di pemerintahan awal di periode ke dua, Bupati Rum Pagau dan Wakil Bupati Lahmuddin Hambali, kami kembali menerima opini WTP,” ujar Taufiq.
Menurutnya, SIPD telah menjadi tulang punggung sistem keuangan Boalemo karena dikembangkan langsung oleh Kemendagri dan terus diperbarui setiap pekan. Hal ini membuat SIPD semakin relevan dan beradaptasi terhadap dinamika kebutuhan pengelolaan data keuangan daerah.
“Kedepan kita tetap menggunakan SIPD, dan ini sebuah keharusan. Aplikasi ini berkembang terus, dan jauh lebih baik dibanding aplikasi lainnya,” tambahnya.
Namun, Taufiq tak menutup mata terhadap tantangan yang dihadapi. Proses transisi menuju SIPD sempat menghadirkan berbagai kendala teknis dan koordinatif. Tapi berkat kekompakan antara Badan Keuangan, Inspektorat, serta seluruh jajaran pemerintahan, Boalemo mampu melewatinya dengan baik.
“Meskipun banyak rintangan, tapi berkat kekompakan pemerintahan, kekompakan kita di badan keuangan dan inspektorat, kita mendapat hasil yang terbaik,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran seluruh OPD dalam menjaga kualitas pengelolaan keuangan. Ia berharap tidak ada lagi persiapan data yang mendadak, terutama saat mendekati akhir tahun anggaran.
“Kami mengharapkan kepada semua OPD, terutama bendahara dan bidang perencanaan, untuk memperhatikan pengelolaan keuangan sejak awal. Jangan seperti tahun-tahun sebelumnya, nanti menjelang akhir tahun baru kita panik mempersiapkan data. Tahun ini, kita sudah siap sejak awal,” tegas Taufiq.(TID01)
