Dampak Pandemi, Boalemo Alami Kenaikan Stunting


TERASINDO.ID (Boalemo) – Pemerintah Kabupaten Boalemo menggelar kegiatan Publikasi data stunting aksi 7 tingkat Kabupaten Boalemo, bertempat di gedung Putra Tunggal Desa Modelomo Kecamatan Tilamuta, dihadiri langsung oleh Plt Bupati Boalemo Anas Jusuf, Rabu (8/12).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Sherman Moridu, Kadis Kesehatan Sutriyani Lumula,
Para camat, kepala-kepala puskesmas, dan seluruh Kepala Desa Se-Kabupaten Boalemo.

Dalam kesempatan tersebut, Anas menyampaikan bahwa masalah stunting merupakan persoalan global yang mendapatkan perhatian dari Presiden Jokowi,

“Dimana-mana persoalan stunting menjadi topik utama dalam pembahasan, baik Pemerintah Pusat, Propinsi, maupun Pemerintah Daerah, bahkan program-program kementerian selalu dikaitkan dengan bagaimana mengurangi persoalan stunting,” jelas Anas.

Adapun hasil riset kesehatan di Kabupaten Boalemo tahun 2018 menunjukan prevalensi stunting mencapai 44,82% (SSGBI) dan hasil Studi Status Gizi Balita Indonesia tahun 2019 menunjukan prevalensi stunting turun ke angka 36,5%.

Menurut data dari Dinas Kesehatan prevalensi stunting di Kabupaten Boalemo tahun 2018 mencapai 24,3%, tahun 2019 turun menjadi 15,5%, tahun 2020 turun menjadi 14,38% dan tahun 2021 meningkat menjadi 15,17%. diakibatkan adanya pandemi covid 19.

Terkait kenaikan tersebut, dirinya berharap persoalan data Stunting yang berada di Dinas Kesehatan agar kiranya bisa menjadi panduan bersama.

“Saya berharap publikasi data stunting ini menjadi panduan bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah, Kecamatan dan desa,” harapnya.(TID01)

Loading