Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gelar Doa Batang Raja dan Doa Lo Lipu


TERASINDO.ID (Advetorial) – Pemerintah Kabupaten Boalemo kembali menggelar prosesi doa batang raja serta doa lo lipu (Doa Untuk Negeri Boalemo), yang berlangsu di Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Boalemo, pada Rabu (16/9) malam, dihadiri Ketua DPRD Boalemo, Karyawan Eka Putra Noho, Penjabat Sekda Boalemo, Yakop Musa, Camat Tilamuta, Mizan Uwade, Ketua Lembaga Adat Boalemo, Hisyam Tambiyo, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan, Gerson Shamin bersama seluruh jajaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Boalemo.

Prosesi yang digelar tersebut merupakan prosesi pencucian batang raja, yang merupakan salah satu benda pusaka yang dimiliki oleh Kabupaten Boalemo, serta doa barsama untuk keselamatan dan keamanan daerah Kabupaten Boalemo.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Gerson Shamin, pada kesempatan tersebut menjelaskan, batang raja, merupakan peninggalan Raja Boalemo, yang pernah memimpin dengan luas wilayah yang membentang mulai dari paguyaman sampai paguat kala itu.

“Batang atau tongkat raja yang digunakan oleh raja di boalemo sebagai komando untuk menangani wilayah kerajaan yang ada di boalemo, yang luasnya mencakup dari wilayah paguyaman hingga paguat,” terang Gerson.

Tidak hanya itu, Gerson mengungkapkan asal-muasal prosesi doa batang raja yang terbuat dari kayu tersebut,yang rutin digelar tiap tanggal 28 Muharram, dimana sebelumnya prosesi ini dilakukan secara turun-temurun oleh pihak keluarga, dan baru diserahkan kepada pemerintah pada tahun 2017 lalu.

“Khusus prosesi ini sebelumnya dilaksanakan oleh pihak keluarga secara turun temurun, sejak 1845, dan pada tahun 2017 pihak keluarga telah menyerahkan penanganan prosesi doa batang raja dan doa lo lipu kepada pemerintah daerah kabupaten boalemo,” ungkapnya.

Untuk itu menurut Gerson, pemerintah daerah Kabupaten Boalemo, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, selain berupaya untuk terus melestarikan tradisi ini, juga untuk mendoakan keselamatan Kabupaten Boalemo, agar terhindar dari berbagai musibah.

“Oleh pemerintah daerah, melalui kami di dinas pariwisata, paling tidak kita ingin melestarikan, menjaga agar ini tidak punah, dan yang paling utama dari prosesi ini bahwa negeri ini terjaga dari penyakit, bencana, malapetaka dan lain sebagainya,” tutupnya.(Adv)

QR Code

Loading