TERASINDO.ID (Boalemo) – KUA Kecamatan Tilamuta di bawah kepemimpinan Mahfud A. Alauddin terus menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung Pemerintah Kabupaten Boalemo mewujudkan perlindungan perempuan dan anak. Dukungan ini menjadi bagian dari langkah konkret menuju predikat Kabupaten Layak Anak.
Langkah ini tidak lepas dari sinergi dan hubungan kerja yang erat dengan Dinas PPKBP3A Kabupaten Boalemo. Kolaborasi tersebut telah melahirkan berbagai inisiatif edukatif di tingkat kecamatan, seperti pembagian kalender Masehi dan Hijriyah yang memuat pesan-pesan kepedulian terhadap perempuan dan anak, serta penyebaran poster-poster edukatif terkait pernikahan anak, pentingnya pencatatan pernikahan, dan bahaya stunting.
Berbagai kegiatan telah dilakukan KUA Tilamuta yang mencerminkan kepedulian terhadap isu-isu strategis perempuan dan anak.
Mulai dari pencegahan perkawinan di bawah umur, perkawinan tidak tercatat, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan terhadap anak, hingga kehamilan sebelum menikah, menjadi fokus utama yang secara konsisten disuarakan KUA Tilamuta di tengah masyarakat.
KUA Tilamuta juga aktif menyuarakan pentingnya pencatatan pernikahan sebagai bagian dari perlindungan hukum, serta memperkuat peran keluarga dalam mencegah kekerasan dan ketimpangan perlakuan terhadap anak.
Tidak berhenti sampai di situ, Kementerian Agama Kabupaten Boalemo juga telah mencanangkan pembentukan Pondok Pesantren Ramah Anak sebagai bagian dari upaya perlindungan menyeluruh, termasuk di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan.
Kepala Dinas PPKBP3A Kabupaten Boalemo, Agus Dulialo, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada KUA Tilamuta atas komitmen dan keterlibatan aktif dalam mendukung program-program perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Boalemo. Ia menegaskan bahwa sinergi yang terjalin selama ini bukan hanya bersifat seremonial.
“Terima kasih dan apresiasi kepada KUA Tilamuta atas sinergi dan kolaborasi dalam mendukung program kegiatan Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo, tidak hanya saat ini, KUA Tilamuta bahkan sudah aktif terlibat brsama pemda dalam kampanye pencegahan pernikahan usia anak, pencegahan stunting, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Agus Dulialo, menilai kolaborasi yang telah terbangun menjadi bagian penting dari upaya daerah mengurangi angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya usia ideal pernikahan dan gizi anak.
“KUA Tilamuta bukan hanya mendukung, tapi sudah menjadi bagian dari fasilitator daerah untuk Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak. Mereka terlibat aktif sejak tahun 2024 dalam berbagai kampanye pencegahan pernikahan usia anak, stunting, hingga kekerasan terhadap perempuan dan anak,” jelas Agus Dulialo.(TID01)
