TERASINDO.ID (BOALEMO) – Pemerintah Kabupaten Boalemo mendorong penguatan peran kader Posyandu setelah tugas mereka diperluas untuk mendukung pemenuhan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di tingkat desa.
Hal itu disampaikan Bupati Boalemo Rum Pagau saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Implementasi 6 SPM tingkat Kabupaten Boalemo di Cabana Resort Pantai Bolihutuo, Minggu (7/6). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Lahmudin Hambali dan Kepala Dinas Sosial dan PMD Syarifuddin Lamusu.
Rum mengatakan perluasan tugas Posyandu membuat kader tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan. Mereka kini diharapkan ikut membantu pemerintah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat melalui enam bidang pelayanan, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
“Kader Posyandu memiliki peran yang sangat penting dan strategis, sehingga perlu ditingkatkan kapasitas. Kader Posyandu bukan hanya pelaksana kegiatan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menggerakkan partisipasi masyarakat, mengidentifikasi permasalahan serta menjembatani kebutuhan masyarakat dengan program pemerintah,” ujar Rum.
Menurutnya, peningkatan kapasitas kader harus diikuti dukungan lintas OPD. Kader memiliki keterampilan dan berada dekat dengan masyarakat, tetapi kemampuan tersebut tidak akan optimal jika tidak didukung sumber daya yang memadai.
“Karena kader ini memiliki keterampilan, tetapi kalau tidak didukung dengan sumber dana, maka mereka tidak bisa melaksanakan tugas,” katanya.
Rum pun meminta enam OPD yang berkaitan dengan penerapan SPM ikut mengalokasikan dukungan anggaran bagi kegiatan kader Posyandu dalam penyusunan RAPBD mendatang. Dukungan tersebut dinilai penting agar perluasan tugas Posyandu dapat benar-benar berjalan di tingkat desa.
Di sisi lain, Rum menyoroti pendidikan sebagai salah satu sektor yang perlu mendapat perhatian lebih dalam pembangunan desa. Menurutnya, pemerintah sedang melakukan perubahan terhadap berbagai program di desa, termasuk mendorong kehadiran sekolah-sekolah unggulan untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak.
Ia berharap peningkatan kualitas pendidikan dapat menjadi bagian dari upaya mempersiapkan generasi yang lebih mampu menghadapi persaingan dan perkembangan zaman.
Rum juga mengingatkan kader Posyandu untuk terus meningkatkan pengetahuan secara mandiri. Menurutnya, membaca menjadi salah satu cara penting agar kader tidak tertinggal dalam memahami perkembangan dan perubahan yang terjadi di masyarakat.
“Kader Posyandu kalau ingin mengetahui segala sesuatu, kita harus membaca. Kalau kita tidak pernah membaca, kita tidak akan mengetahui perkembangan zaman yang ada saat ini,” tutupnya.(TID0)
