“FILOSOFI DAN GAYA KEPEMIMPINAN, SERTA CIRI-CIRI PEMIMPIN YANG BAIK”


ARTIKEL ILMIAH

Filosofi dan Gaya Kepemimpinan, Serta Ciri-Ciri Pemimpin Yang Baik

Oktaviana Bilqiis Otoluwa1 Ibu Prof. Dr. Novianty Djafri2

Psikologi. Manajemen Pendidikan. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Gorontalo.
Email : oktaviana_s1psikologi@mahasiswa.ung.ac.id

PENDAHULUAN

Kepemimpinan adalah kemampuan (skill) kekuatan dalam diri seseorang untuk memimpin dan mempengaruhi orang lain dalam melaksanakan tugas untuk mencapai target yang di inginkan. Seorang pemimpin tentu memiliki ciri-ciri yang spesifik, salah satunya yaitu mampu memimpin dirinya sendiri. Kepemimpinan juga memiliki berbagai macam gaya yang memiliki definisi serta cara penerapan yang berbeda-beda. Seorang pemimpin tidak hanya harus memiliki gaya kepemimpinan yang sesuai dengan kepribadiannya, tetapi juga harus memiliki ciri-ciri yang menjadi standar seorang pemimpin yang baik.

Kata Kunci : Kepemimpinan, Ciri-Ciri Pemimpin, Gaya Kepemimpinan, Filosofi Kepemimpinan.

LATAR BELAKANG 

Kita tentu tidak asing lagi dengan istilah “Kepemimpinan”. Istilah ini akan membuat kita bertanya-tanya apa sebenarnya yang dimaksud dengan kepemimpinan? dan apakah kepemimpinan itu penting dalam kehidupan kita sehari-hari? Untuk bisa menjawab semua pertanyaan itu, kita perlu memahami lebih dalam lagi tentang kepemimpinan, mulai dari filosofi, ciri-ciri sampai gaya-gaya kepemimpinan yang ada. Proses kepemimpinan pada dasarnya adalah gejala sosial, karena adanya interaksi antar manusia sebagai makhluk sosial. 

Berbicara tentang kepemimpinan tentu tidak akan lepas dari pandangan masyarakat yang dikaitkan dengan cerita-cerita panglima perang yang pemberani dan sangat dikagumi. Kepemimpinan juga memiliki gaya yang berbeda-beda yang berarti cara penerapan dan terjalinnya proses kepemimpinan akan berbeda-beda. 

Pemimpin dan kepemimpinan adalah hal yang berkaitan, karena pemimpin merupakan seseorang yang memiliki skill memimpin/kepemimpinan. Seseorang tidak bisa dikatakan pemimpin apabila dia tidak memiliki ciri-ciri seorang pemimpin dan kemampuan mempimpin, yang minimal adalah mampu mempimpin diri sendiri. Untuk mengetahui indikator-indikator pemimpin dan kepemimpinan itu, maka disusunlah artikel ini.

METODE : Dalam artikel ini, saya menggunakan metode definisi yang bersumber dari makalah-makalah yang sudah saya susun sebelumnya, agar pembaca lebih terarah serta dapat lebih memahami definisi dari setiap poin dalam artikel ini.

HASIL PEMBAHASAN

Filosofi kepemimpinan

Apa itu pemimpin dan kepemimpinan? Filosofi dari kepemimpinan masih berada dibawah filsafat karena berhubungan dengan konsep, sikap, nilai, kepercayaan, dan pengetahuan. Kepemimpinan adalah kekuatan atau kemampuan(skill) yang dimiliki oleh seseorang untuk mempengaruhi atau memotivasi orang lain dalam menyelesaikan tugas untuk mencapai target yang di inginkan, sedangkan pemimpin adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk memimpin/kepemimpinan. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak akan bisa di pisahkan dari kepemimpinan, karena kepemimpinan merupakan gejala sosial, yang berarti terjadi interaksi antar makhluk sosial di dalamnya. Ada orang yang memiliki kemampuan mempimpin sejak lahir karena keturunan gen dari keluarganya, ada juga yang harus diasah terlebih dahulu.

Beberapa ahli sempat mengemukakan pengertian mereka mengenai kepemimpinan. Seperti menurut John Piffner : “Kepemimpinan ialah sebuah seni dalam mengarahkan seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan”, dan menurut Slamet : “Kepemimpinan ialah kemampuan, proses untuk mempengaruhi orang untuk berbuat sesuatu dalam rangka mencapai tujuan”. Sehingga dapat disimpulkan secara sederhana bahwa kepemimpinan adalah kemampuan seseorang dalam mempengaruhi atau mengarahkan orang lain untuk menyelesaikan tugas agar bisa mencapai target atau tujuan yang di inginkan bersama.

GAYA-GAYA KEPEMIMPINAN

Kepemimpinan memiliki beberapa gaya yang definisi serta bentuk penerapan yang berbeda-beda. Gaya-gaya kepemimpinan itu adalah :

  1. Gaya Kepemimpinan Demokratis 

Gaya kepemimpinan demokratis adalah suatu kemampuan dalam mempengaruh orang lain agar dapat bersedia untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan yang sudah ditetapkan dengan berbagai cara atau kegiatan yang dapat dilakukan dimana ditentukan bersama antara bawahan dan pimpinan. Gaya tersebut terkadan disebut sebagai gaya kepemimpinan yang terpusat pada anak buah, kepemimpinan dengan adanya kesederajatan, kepemimpinan partisipatif atau konsultatif. Pemimpin yang berkonsultasi kepada anak buahnya dalam merumuskan suatu tindakan putusan bersama. 

  • Gaya Kepemimpinan Delegatif/Laissez Faire

Gaya kepemimpinan delegatif memiliki ciri-ciri yaitu pemimpin akan jarang dalam memberikan arahan, pembuat keputusan diserahkan kepada bawahan, dan anggota organisasi tersebut diharapkan bisa menyelesaikan segala permasalahannya sendiri dengan mengandalkan kreativitas anggotanya.

  • Gaya Kepemimpinan Birokratis

Pemimpin yang birokratis, secara umum akan membuat segala keputusan itu berdasarkan dari aturan yang telah berlaku dan tidak ada lagi fleksibilitas. Gaya kepemimpinan ini dilukiskan dengan pernyataan “Memimpin berdasarkan adanya aturan”. Gaya kepemimpinan yang satu ini ditandai dengan keketatan proses kepemimpinannya terhadap aturan-aturan yang ada tanpa adanya toleransi.

  • Gaya Kepemimpinan Otoriter

Gaya kepemimpinan ini telah memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang ingin diambil dari dirinya sendiri dengan secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab akan dipegang oleh si pemimpin yang bergaya otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya sekedar melaksanakan tugas yang sudah diberikan. Yang bisa dikatakan bahwa pemimpin ini memofkuskan semua keputusan hanya pada dirinya sendiri kemudian membagi tugas kepada anggotanya

  • Gaya Kepemimpinan Kharismatik

Kelebihan dari gaya kepemimpinan karismatis ini ialah mampu menarik orang. Mereka akan terpesona dengan cara berbicaranya yang akan membangkitkan semangat. Biasanya pemimpin dengan memiliki gaya kepribadian ini akan visionaris, dan memiliki skill public speaking yang mempengaruhi orang lain. Namun, kebanyakan dari seorang pemimpin yang memiliki gaya kepemimpinan ini akan membuat kecwa anggotanya karena tidak adanya konsisten, yang biasa disebut dengan “Tong kosong yang nyaring buniynya”.

  • Gaya Kepemimpinan Diplomatis

Gaya kepemimpinan ini berdasarkan perspektifnya. Pada umumnya orang akan memandang segala sesuatu berdasarkan keuntungan bagi dirinya, namun tidak dengan gaya kepemimpinan yang satu ini. Gaya kepemimpinan ini akan memandang segala sesuatu yang dapat menguntungkan organisasinya serta pesaingnya. Kesabaran sangat dibutuhkan oleh pemimpin yang memiliki gaya ini, karena sering kali mendapat kritikan dari anggotanya.

  • Gaya Kepemimpinan Moralis

Kelebihan dari gaya kepemimpinan moralis seperti ini ialah pada umumnya Mereka hangat dan sopan untuk semua orang. Mereka mempunayi empati yang tinggi terhadap segala permasalahan dari para bawahannya, juga sabar, murah hati.

  • Gaya Kepemimpinan Administratif

Gaya kepemimpinan tipe ini akan terkesan kurang inovatif dan telalu kaku dalam memandang aturan. Sikapnya sangat konservatif serta kelihatan sekali takut di dalam mengambil resiko dan mereka cenderung akan mencari aman.

  • Gaya Kepemimpinan Analitis

Dalam gaya kepemimpinan tipe ini, biasanya untuk pembuatan keputusan didasarkan pada suatu proses analisis, terutama analisis logika dari setiap informasi yang didapatkan. Gaya ini akan berorientasi pada hasil dan akan lebih menekankan pada rencana-rencana rinci serta berdimensi jangka panjang. Kepemimpinan model ini sangatlah mengutamakan logika dengan menggunakan beberap pendekatan-pendekatan yang masuk akal serta kuantitatif. 

  1. Gaya kepemimpinan Entrepreneur

Gaya kepemimpinan ini sangatlah menaruh perhatian pada kekuasaan dan hasil akhir serta kurang mengutamakan untuk kebutuhan akan kerjasama. Gaya kepemimpinan model ini biasanya akan selalu mencari pesaing dan akan menargetkan standar yang tinggi. 

  1. Gaya Kepemimpinan Visioner

Kepemimpinan visioner merupakan pola kepemimpinan yang ditujukan untuk bisa memberi arti pada kerja dan usaha yang perlu dijalankan secara bersama-sama oleh para anggota perusahaan dengan cara memberikan arahan dan makna pada suatu kerja dan usaha yang dilakukan berdasarkandengan visi yang jelas. 

  1. Gaya Kepemimpinan Situasional

Inti dari teori kepemimpinan situational ialah bahwa suatu gaya kepemimpinan seorang pemimpin akan dapat berbeda-beda, tergantung dari seperti apa tingkat kesiapan para pengikutnya. Pemahaman fundamen dari teori kepemimpinan situasional ialah mengenai tidak adanya gaya kepemimpinan yang paling terbaik. Teori kepemimpinan situasional akan bertumpu pada dua konsep yang fundamental yaitu tingkat kesiapan/ kematangan individu atau kelompok sebagai pengikut dan gaya kepemimpinan.

  1. Kepemimpinan Militeristik

Tipe pemimpin seperti ini sangatlah mirip dengan tipe pemimpin yang otoriter yang merupakan tipe pemimpin yang senantiasa bertindak sebagai diktator terhadap para anggota kelompoknya. Adapun sifat-sifat dari tipe kepemimpinan militeristik yaitu lebih banyak dalam menggunakan sistem perintah atau komando, keras dan sangat begitu otoriter, kaku dan seringkali untuk kurang bijaksana, dan komunikasi yang terjalin hanyalah searah (pimpinan->anggota).

CIRI-CIRI PEMIMPIN YANG BAIK

Seorang pemimpin tentu memliki ciri-ciri yang spesifik agar kita bisa membedakan mana pemimpin yang baik dan mana yang bukan. Berikut adalah ciri-ciri pemimpin yang baik :

  1. Mampu Memimpin Dirinya Sendiri

Pada dasarnya, proses kepemimpinan yaitu mempengaruhi/memimpin orang lain. Maka seorang pemimpin minimal bisa memimpin dirinya sendiri. Sebelum sukses memimpin orang lain, seorang pemimpin wajib menjadi pemimpin bagi otak, hati, serta tanduknya alias emosinya. Jika seorang pemimpin belum bisa memimpin dirinya sendiri, dia harus mempertanyakan kepada dirinya sendiri “sudah pantaskah saya untuk memimpin orang lain?”

  • Menjadi Pendengar Yang Baik

Bayangkan ketika anda menjadi seorang pemimpin, maka anda akan menghadapi orang dengan kepribadian dan pendirian yang berbeda-beda, dan anda diwajibkan untuk bisa menyatukan semua isi kepala dan jiwa yang berbeda itu. Hal itu akan sangat sulit jika anda tidak bisa menjadi pendengar yang baik dan netral. Jika anda hanya mengandalkan perintah sana-sini kepada anggota anda tanpa mendengarkan keluhan atau sudut pandang mereka, anda tidak akan sukses memimpin dan mencapai tujuan anda. Ingatlah, Mendengar sejatinya adalah pekerjaan mudah.

  • Inovatif

Di era digital seperti sekarang ini, orang-orang dituntut untuk bisa menyesuaikan dan bisa memanfaatkan segala kemudahan yang diberikan oleh digitalisasi. Maka dari itu seorang pemimpin harus mampu memanfaatkan kemajuan di era digital ini dengan memiliki inovasi-inovasi baru. Anda tidak akan bisa menjadi pemimpin yang membawa kemajuan untuk anggota anda apabila anda hanya tetap berada disatu titik dan tidak mencoba hal baru. Karenanya berinovasilah!

  • Tetap Rendah Hati

Memang tidaklah mudah untuk menjadi orang yang rendah hati, karena sering kali kerendahan hati itu akan dimanfaatkan oleh orang lain untuk berbuat semena-mena. Tetapi jika anda tidak mawas diri, resiko anda menjadi pemimpin yang tidak akan disukai bahkan dibenci oleh anggota akan semakin besar. Seorang pemimpin tetaplah manusia dan bukan tuhan, jadi terimalah kritik dan saran dari anggota anda dan tetap berbaik hati kepada mereka, terutama demi kebaikan perusahaan atau sebuah organisasi.

  • Peka Terhadap Permasalahan

Dalam kehidupan ini, masalah akan selalu ada, terutama dalam proses kepemimpinan. Mulai dari masalah internal sampai masalah eksternal. Seorang pemimpin yang aktif dan mengutamakan tujuan dari perusahaan/organisasinya, akan sangat peka, sigap dan tanggap dalam menghadapi dan mengatasi masalah yang mengancam dan mengganggu cita-cita organisasi.

  • Bisa Beradaptasi Dengan Zaman

Zaman akan terus berkembang dan berubah, yang berarti bahkan sistem dan lingkungan pun bisa ikut berubah. Seorang pemimpin harus bisa menyesuaikan dengan zaman, karena ketika seorang pemimpin salah dalam menyusun strategi yang terynata tidak sesuai dengan perkembangan zaman, akibatnya bisa sangat fatal bagi organisasinya.

DAFTAR REFERENSI :

Otoluwa Oktaviana Bilqiis. 2022. Makalah Tugas Kepemimpinan : Gaya Kepemimpinan.

Otoluwa Oktaviana Bilqiis. 2022. Makalah Tugas Kepemimpinan : Konsep Dasar dan Filosofi Kepemimpinan.

Blog Cerita Talenta. 2022. Ciri-Ciri Seorang Pemimpin, Sudahkah Anda Memilikinya? https://www.talenta.co/blog/cerita-talenta/ciri-ciri-seorang-pemimpin/

Fisipol. 2020. Filosofi Kepemimpinan. https://ilmukomunikasi.uma.ac.id/2020/12/18/filosofi-kepemimpinan/

Admin blog apacontoh.com. 2022. Contoh kepemimpinan demokratis disertai dengan penjelasan. https://apacontoh.com/kepemimpinan-demokratis/index.html