Gelar Reses di Dua Desa, Lahmudin: Reses Bukan Agenda Politik!


TERASINDO.ID (Boalemo) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Boalemo, mulai melakukan Reses dalam masa persidangan ke dua tahun 2023. Tak terkecuali Wakil Ketua DPRD Kabupaten Boalemo, Lahmudin Hambali, yang turut dalam menjaring aspirarasi masyarakat dari Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing.

Pada Rabu (8/3) siang, Lahmudin mengadakan Reses di dua titik pada dua desa, yakni Desa Pentadu Barat dan Desa Hungayona’a. Seperti diketahui pada reses kali ini merupakan masa reses yang sangat dekat dengan tahun politik pada 2024 mendatang. Jika bagi sebagian politisi hal tersebut menjadi momentum untuk lebih dekat dengan rakyat, namun lain halnya yang dirasakan Lahmudin Hambali yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Boalemo tersebut.

Menariknya, dalam reses kali ini Lahmudin justru merasa sedikit terbebani dengan tahun politik yang pada 2024 mendatang akan berlangsung. Sebab menurutnya saat ini gambaran di masyarakat bahwa reses merupakan agenda politik menuju 2024 mendatang. Namun anggapan itu ditepis Lahmudin, sebab menurutnya agenda reses adalah murni untuk menampung aspirasi rakyat, sehingga dirinya turut mengajak OPD dan pemerintah desa untuk hadir.

“Gambaran reses masa sekarang itu kadang-kadang menurut pendapat orang itu dibawa-bawa ke masalah politik, makanya disini ada OPD, maka tidak bisa bicara soal politik, ini murni untuk mendengarkan aspirasi dari masyarakat,” tegas Lahmudin.

“Reses itu bukan kegiatan politik, tapi reses adalah kegiatan untuk menampung aspirasi masyarakat, mendengarkan keluhan rakyat, memperjuangkan apa yang menjadi harapan rakyat. Makanya disini ada OPD yang turut hadir, supaya kita bisa langsung sama-sama mendengarkan keluhan rakyat,” sambungnya.

Dalam reses di Desa Pentadu barat, warga yang hadir merupakan para nelayan, bakal mendapat bantuan usaha kelompok nelayan berupa perahu dan mesin. Sementara untuk di Desa Hungayona’a, yang mayoritas dihadiri para kaum ibu, bakal mendapat bantuan usaha pengembangan warung, hingga bantuan bagi kelompok usaha pembuat kue.(TID01)

Loading