Gencar Perangi TBC, Dinkes Boalemo Gagas Inovasi Digital Bertajuk “Simpan Batu”


TERASINDO.ID (Boalemo) – Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo menggelar sosialisasi Inovasi Pemantauan Menelan Obat Berbasis Digital melalui aplikasi Sistem Informasi Mobile Pemantauan Menelan Obat Tuberkolosis (Simpan Batu) yang digelar di aula Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, Jumat (7/10).

Saat membuka kegiatan tersebut, Penjabat Bupati Boalemo Dr. Hendriwan mengungkapkan bahwa hingga saat ini penyaki TBC masih menjadi perhatian dunia, sebab Indonesia berada di peringkat ke-3 tertinggi pengidap TBC.

“Salah satu penyakit yang masih menjadi perhatian dunia saat ini adalah penyakit Tuberkolosis atas sering disingkat TBC. Kita di Indonesia berada di peringkat ke 3 tertinggi di dunia setelah China dan India, hal ini menjadi satu perhatian pemerintah sehingga dibutuhkan keseriusan dalam upaya mengakhiri epidemic TBC di Indonesia,” jelas Hendriwan.

Lebih lanjut Hendriwan mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo yang telah melahirkan inovasi dalam upaya mengakhiri epidemic TBC di Indonesia khususnya di Kabupaten Boalemo, yang dinilai sejalan dengan Peraturan Bupati Boalemo terkait rencana aksi daerah penanggulangan TBC di Kabupaten Boalemo.

“Pemerintah Kabupaten Boalemo tahun 2019 telah menerbitkan peraturan Bupati Boalemo Nomor 16 tentang Rencana Aksi Daerah (RAD) penanggulangan TBC di Kabupaten Boalemo. Perbup ini diharapkan mampu menjawab tantangan dan persoalan TBC di Kabupaten Boalemo, oleh sebab itu saya sangat mengapresiasi langkah kepala dinas kesehatan dan jajaran, mampu membuat terobosan melalui inovasi Pemantauan Menelan Obat TBC berbasis digital,” ujarnya.

Dirinya berharap aplikasi tersebut mampu memberikan daya ungkit bagi kesembuhan pasien TBC di Kabupaten Boalemo.

“Aplikasi pemantauan menelan obat TBC berbasis digital, diharapkan mampu memberikan daya ungkit bagi kesembuhan pasien TBC sehingga produktifitas hidup masyarakat terus meningkat, dan dapat menghindarkan kita dari jurang kemiskinan,” kata Hendriwan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, Sutriyani Lumula pada kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa angka prevalensi TBC di Kabupaten Boalemo masih cukup tinggi.

“Output dari kegiatan ini adalah bagaimana kita menurunkan angka prevalensi TBC di kabupaten boalemo, karena dilihat dari angka prevalensi kita di kabupaten boalemo masih cukup tinggi,” bebernya.

Dirinya mejelaskan bahwa tingginya angka prevalensi TBC tersebut salah satunya disebabkan tingkat kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat TBC yang tidak sesuai protocol yang ditentukan.

“Ini ada beberapa penyebab, salah satunya tingkat kepatuhan di dalam minum obat. Pengobatan TBC ini untuk sampai selesai itu pengobatannya dua sampai tiga bulan bahkan lebih tergantung beratnya penyakit yang diderita, tapi terkadang masyarakat kita kalua sudah minum obat sudah terasa sehat selalu dianggap sudah selesai pengobatannya, padahal ada beberapa protocol yang harus kita penuhi,” beber Sutriyani.(TID01)

Loading