Generasi Sosial Peduli Indonesia Temukan Kejanggalan Data Dapodik Di Kabgor.


TERASINDO.ID (KABGOR) – Ketua Generasi Sosial Peduli Indonesia (GSPI) Provinsi Gorontalo Rolly Maku ungkapkan penemuan keganjalan data dapodik di Kabupaten Gorontalo.

Dalam keterangannya Rolly mengatakan, ini hasil temuan yang di dapat oleh GSPI tentang pemalsuan data di lakukan oleh salah satu guru abdi di salah satu TK di Kabupaten Gorontalo .

“Hal ini terungkap ketika saya ketua GSPI mengkoordinasi dengan Kadis Dikbud Kabupaten Gorontalo tentang temuan di mana ada guru abdi yang masuk di sekolah salah satu TK pada bulan September 2023 sudah memegang SK, maka saya menanyakan hal itu, apakah bisa pak Kadis mengeluarkan SK di tahun berjalan,” ujarnya.

Akan tetapi pada saat itu menurut Rolly, Kadis malah kaget sehingga beliau menanyakan kepada Rolly, apakah di dinas ini sudah dua orang Kadis, karena dirinya tidak pernah mengeluarkan SK di tahun berjalan.

Dikatakan oleh Rolly Maku, dalam kesempatan tersebut, kemudian Kadus mengundang bidang data Dapodik untuk diminta mengecek, apakah nama yang bersangkutan sudah masuk di Dapodik dan ternyata benar dia sudah masuk di Dapodik. “Oleh kadis di tanyakan dasar apa dia sudah masuk dalam Dapodik dan di jawabnya SK.

“Nah di sini persoalannya berarti telah terjadi pemalsuan data. Maka ini akan kami usut sampai tuntas dan besok Jumat akan memasukan laporan ke komisi II DPRD Kabupaten Gorontalo. Saya selaku Ketua GSPI sangat menyayangkan hal ini bisa terjadi. Ko bisa kecolongan ya,” tegasnya.

“Padahal kabupaten Gorontalo di pimpin oleh seorang profesor yang notabene adalah seorang guru besar dalam bidang pendidikan dan jika ini terbukti maka saya pastikan akan saya akan bawah ke Rana hukum,” Tutup Rolly Maku. (TID03)