TERASINDO.ID (Boalemo) – Provinsi Gorontalo tengah menghadapi situasi darurat kesehatan, di mana kasus HIV terus meningkat secara signifikan. Dari data terbaru yang dihimpun, sudah tercatat lebih dari seribu kasus HIV di wilayah ini yang tersebar di seluruh kabupaten/Kota.
Peningkatan ini sebagian besar didominasi oleh kasus LSL (Laki Seks Laki) yang termasuk dalam kelompok berisiko tinggi yakni Pekerja Seks Komersial (PSK) hingga para penyuka sesama jenis seperti Lesbian, Gay, Biseksual, Transeksual (LGBT), yang menjadi penyebab utama penyebaran virus tersebut.
Kepala Puskesmas Dulupi, Radmin Kamumu, dalam pernyataannya, mengungkapkan keprihatinannya atas situasi ini.
“Kasus HIV di Gorontalo sudah berada pada tahap yang sangat mengkhawatirkan. Kami menghadapi darurat HIV, terutama di kalangan komunitas LSL. Perlu ada tindakan cepat dan tegas untuk mencegah penyebaran lebih lanjut,” ungkapnya.
Dalam imbauan yang disampaikan, Radmin Kamumu menekankan pentingnya edukasi tentang HIV, cara penularannya, dan langkah-langkah pencegahan. Menurutnya, peningkatan pemahaman masyarakat sangat penting dalam menekan laju penyebaran virus ini.
“Kami mendorong masyarakat untuk menggunakan kondom saat berhubungan seksual, menghindari perilaku bergonta-ganti pasangan, dan secara rutin melakukan tes HIV, terutama bagi mereka yang berada dalam kelompok berisiko tinggi. Ini adalah langkah-langkah sederhana namun sangat efektif dalam mencegah penularan,” tambah Radmin Kamumu.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menghindari penggunaan jarum suntik yang tidak steril, mengingat hal ini juga merupakan salah satu cara penyebaran HIV.
Radmin Kamumu juga mengingatkan agar masyarakat menghindari sikap diskriminatif terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS).
“Stigma hanya akan memperparah situasi dan menghalangi orang yang terinfeksi untuk mendapatkan perawatan yang diperlukan,” jelasnya.
Dengan meningkatnya kasus HIV di Gorontalo, Radmin Kamumu berharap masyarakat dapat lebih peduli dan berperan aktif dalam menjaga kesehatan diri dan orang-orang di sekitarnya. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dinilai sangat penting untuk mengatasi situasi darurat ini.(TID01)
