Hadiri Gema Patas, Pj Bupati Terima Sertifikat Aset Pemda dari BPN


TERASINDO.ID (Boalemo) – Penjabat Bupati Boalemo Dr. Hendriwan bersama Unsur Forkopimda Kabupaten Boalemo, Kepala Badan Pertanahan Kabupaten Boalemo Abdul Manan, melaksanakan kegiatan  Gerakan Masyarakat  Pemasangan Tanda Batas (Gema Patas), Jumat (3/2).

Kegiatan yang juga digelar serentak secara Nasional oleh Kementerian ATR/BPN, juga untuk memecahkan Rekor Muri dimana satu juta patok tanda batas tanah masyarakat terpasang secara serentak. Sedangkan untuk Kabupaten Boalemo, kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Kodim 1316 Boalemo, yang telah diresmikan beberapa waktu lalu.

Abdul Manan selaku Kepala BPN Boalemo dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Gema Patas tersebut, merupakan langkah dari BPN untuk memberikan kepastian hukum atas tanah, baik itu tanah masyarakat maupun pemerintah.

“Kegiatan Gema patas ini merupakan langkah kami dari BPN dalam memberikan kepastian hukum hak atas tanah, kalau sertifikat sebagai jaminan kepastian hukum, tentunya harus pasti batas tanahnya, harus pasti siapa pemiliknya, harus pasti berapa ukurannya,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut pula, Abdul Manan turut memberikan beberapa sertifikat secara simbolis, dua diantaranya sertifikat tanah Pemda untuk pembangunan Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Boalemo, serta sertifikat tanah wakaf Masjid Keramat, yang terletak di areal Kantor Bupati Boalemo.

“Hari ini juga kami menyerahkan sertifikat tanah lokasi pembangunan kantor perpustakaan kabupaten boalemo, kemudian sertifikat tanah wakaf masjid keramat yang sudah beberapa puluh tahun tidak selesai, ini sudah bisa kami selesaikan di tahun kemarin,” bebernya.

Lebih lanjut, Abdul Manan juga mengajak seluruh masyarakat, terutama para kepala desa, untuk dapat mengawal jalannya program tersebut di masyarakat, sebab menurutnya persoalan batas tanah ini, rentan menimbulkan konflik di masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat, terutama bapak ibu kepala desa untuk mengawal batas tanah masyarakat, karena kalau tanpa pengawalan, pasti akan timbul sengketa di masyarakat,” kata Abdul.

Senada dengan Abdul Manan, Penjabat Bupati Boalemo Dr. Hendriwan pada kesempatan tersebut mengungkapkan, bahwa ujung tombak penyelesaian masalah di masyarakat adalah pemerintah Desa maupun Kecamatan. Untuk itu dirinya mengajak kepada seluruh elemen pemerintahan untuk dapat terus bersinergi, demi kelancaran jalannya pemerintahan, dan pelayanan kepada masyarkat.

“Ujung tombak penyelesaian maslah di masyarakat itu ada di Kecamatan dan di desa. Untuk itu kita sebagai pemerintah daerah harus berkoordinasi dan harus harmonis. Semua sudah ada tupoksinya, jika hubungan baik ini terus terjalin, maka jalannya pemerintahan akan lebih baik, dan masyarakat akan lebih terbantu,” tutupnya.(TID01)

Loading