Ihwal Izin Tambang Emas di Bendungan, Anas : Lingkungan Bukan Warisan Tapi Pinjaman Dari Anak Cucu Kita


TERASINDO.ID – Kepala Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu menyampaikan keingan masyarakat Desa Bendungan untuk dapat memanfaatkan dan mengelola kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di desa tersebut yakni berupa tambang emas.

Hal tersebut diungkapkan langsung Ulul Azmi Kadji dihadapan Plt Bupati Boalemo Anas Jusuf, Ketua DPRD Boalemo Karyawan Ekaputra Noho, Wakil Ketua DPRD Lahmuddin Hambali, dan masyarakat Desa Bendungan, diesel kegiatan peresmian Ruang Serba Guna Desa Bendungan, Kamis (10/12) sore.

“Kami sampaikan keinginan besar dari masyarakat bendungan, untuk dapat memanfaatkan kekayaan sumber daya alam yang ada di desa ini, khususnya pertambangan emas,” ungkap Ulul.

Menanggapi permintaan masyarakat yang disampaikan Kades Bendungan tersebut. Plt Bupati Boalemo Anas Jusuf akan mengkaji permohonan tersebut sembari mengingatkan konsekwensi yang akan timbul dari adanya tambang emas tersebut, seperti kerusakan lingkungan.

“Persoalan tambang ini memang agak kontradiktif, kalau namanya tambang pasti akan merusak lingkungan, ini konsekwensi logis yang akan kita terima. Oleh sebab itu kami tetap akan mengkaji permohonan ijin dari kepala desa, ini sementara kami kaji secara matang, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak dan keberlangsungan lingkungan yang kita huni,” jelas Anas.

Menurutnya pengelolaan tambang emas oleh masyarakat yang menjadi sumber daya alam di Desa Bendungan merupakan hal yang baik, namun demikian masyarakat juga harus mencarikan solusi untuk menjaga lingkungan kedepan, sebab lingkungan yang sehat akan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.

“Bagi kami ini tidak masalah karena ini adalah kebutuhan masyarakat, tetapi tentu yang paling utama bagaimana lingkungan ini kita bisa lestarikan, sebab lingkungan itu bukan warisan nenek moyang kita, tapi pinjaman dari anak cucu kita. Artinya kalau kita meniggalkan lingkungan harus aman dan nyaman untuk anak cucu kita,” ujarnya.

Untuk itu dirinya meminta waktu kepada masyarakat Desa Bendungan untuk melakukan kajian lebih mendalam bersama para pemangku kepentingan di Kabupaten Boalemo, untuk melahirkan solusi terbaik.

“Beri waktu kepada kami untuk mengkaji bagaimana solusinya, sehingga pada saatnya nanti akan dapatkan solusi terbaik bagaimana mengelola lingkungan,” tutupnya.(TID01)

Loading