TERASINDO.ID (Boalemo) – Nasib nahas menimpa salah seorang warga Desa Pentadu Barat Kecamatan Tilamuta berinisial FA, pasalnya FA yang merupakan siswa kelas IV SD Negeri 2 Tilamuta tersebut, harus tewas secara tragis pada Senin (29/3) sore. Ironisnya kejadian yang menimpa FA tersebut terjadi di hari pertama berlakunya pembelajaran secara tatap muka, dan saat ditemukan, korban masih berpakaian seragam lengkap.
Berdasarkan keterangan Ginka Huwolo (13) yang merupakan sepupu korban, saat jam pulang sekolah sekitar pukul 11.00 wita, Ginka dimintai tolong oleh ibu korban untuk mencari tahu keberadaan korban sebab belum berada dirumah. Atas permintaan ibu korban, ginkapun bergegas mancari keberadaan FA.
“Waktu di sekolah dia masih ada, tapi waktu pulang sekolah dia tidak ada, saya lihat dirumah juga dia tidak ada, ibunya tanya dia dimana dan minta tolong saya untuk mencarinya,” beber Ginka.
Sementara itu, Alma Nihe selaku Kepala SD Neger 2 Tilamuta menjelaskan, menurut Lutfia yang merupakan wali kelas dari korban, dirinya meminta korban dan temannya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dan saat memasuki waktu pulang sekolah, guru tersebut sempat masuk ke kelas untuk merapikan kelas, namun tidak ada satupun siswa yang berada di dalam kelas. Namun Alma menduga, korban kembali ke kelas untuk mengambil barang yang ketinggalan.
“Ibu lutfia menurut penjelasannya terakhir mereka (murid-red) sudah tidak ada, dia masih merapihkan buku dalam kelas, Cuma mungkin anak itu balik lagi ke kelas mungkin ada yang ketinggalan,” ujar Alma Nihe.
Namun, lanjut Alma, dirinya kaget saat mendapat telefon dari salah seorang guru yang mengabarkan bahwa salah satu siswanya ditemukan tewas dengan posisi tubuh tersangkut di jendela.
“Saya sesudah salat ashar ditelfon salah seorang guru, dimana ada salah seorang siswa yang tergantung di belakang kelas dan sudah meninggal, jadi saya langsung bergegas ke sekolah,” terangnya.
Berdasarkan keterangan Suaib Kawan, Kepala Desa Pentadu Barat yang sempat melihat jasad korban, ada bekas lebam di dahi korban.
“Ada tanda lebam di dahi korban, entah itu terbentur atau seperti apa. Dan lidah korban sudah berwarna hitam,” terang Suaib.
Hingga saat ini motif pasti dari kematian korban belum dapat dipastikan. Namun Suaib menjelaskan pihak kepolisian masih menunggu keputusan dari pihak keluarga untuk penanganan kasus tersebut.
“Tadi dari pihak kepolisian sudah menanyakan kepada pihak keluarga terkait kejadian ini, pihak keluarga belum bisa mengambil keputusan, sebab ayah korban masih dalam perjalanan ke tilamuta,” tutupnya.(TID01)
