Jaga Masa Depan Anak, Puskesmas Dulupi Gencarkan PIN Polio


TERASINDO.ID (Boalemo) – Puskemas Dulupi menggelar Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio 2024, yang digelar di beberapa Sekolah KB, TK, SD, dan seluruh Posyandu wilayah kerja Puskesmas Dulupi, pada Selasa, (23/7). Kegiatan tahap pertama ini rencanaya akan digelar sejak tanggal 23 hingga 29 Juli mendatang.

Kegiatan tersebut sengaja digelar sebagai upaya pencegahan Kejadian Luar Biasa penyakit Polio, dengan menyasar anak usia 0 hingga 7 tahun.

Kepala Puskesmas Dulupi, Radmin Kamumu menyampaikan, apresiasinya atas terselenggaranya salah satu program Nasional tersebut. 

“Saya sangat mengapresiasi program nasional secara gratis ini untuk anak Indonesia yang lebih sehat, karena Polio salah satu Penyakit menular yang sangat berbahaya, menyebabkan kematian dan kecacatan seumur hidup,” ujarnya.

Radmin menjelaskan, di hari pertama pelaksaaan PIN Polio tersebut, telah mencapai 41% dari total 1095 sasaran.

“Alhamdulillah untuk wilayah kerja puskesmas Dulupi pada hari pertama ini dari 1095 sasaran, capaian sudah 41% atau 450 anak sudah mendapatkan pelayanan imunisasi polio, insya Allah angka ini akn terus meningkat sampai tanggal 27 juli nanti selama waktu putaran pertama berlangsung,” jelasnya.

Lebih lanjut Radmin berharap pada putaran pertama ini, dosis yang diberikan bisa mencapai 100% bahkan melebihi dari target yang ada. Untuk itu dirinya mengajak para orang tua untuk berperan aktif membawa anaknya untuk mengikuti program pin polio tersebut.

“Harapannya capaian pada putaran pertama ini atau dosis satu, mencapai 100% atau bahkan lebih karena yang dilayani bukan hanya sasaran wilayah kerja Puskesmas Dulupi tetapi juga dari luar wilayah yang tinggal disini semua dilayani tanpa memandang status imunisasi anak. Sebab Polio ini adalah penyakit yang melemahkan sumsum tulang belakang dan otak, bisa menular lewat air dan makanan yang tercemar tinja yang mengandung virus Polio. Jika anak sudah terserang tidak bisa disembuhkan dan akan cacat seumur hidup. Maka satu-satunya cara hanya dengan mencegah melalui imunisasi ini,” tutupnya.(TID01)