TERASINDO.ID (Boalemo) – Setelah mengalami kerusakan parah sejak 2017 silam, jembatan yang terletak di Desa Lahumbo, yang menghubungkan Desa Lahumbo dan Dusun Manggulipa tersebut akhirnya rampung dikerjakan pada tahun 2022 ini.
Hal tersebut menyusul diresmikannya jembatan tersebut oleh Bupati Boalemo Anas Jusuf, yang didampingi Ketua DPRD Boalemo Karyawan Eka Putra Noho, bersama unsur Forkopimda Kabupaten Boalemo, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) pada Jumat (28/1).
Dalam sambutannya, Bupati Anas Jusuf mengatakan bahwa sejarah pembangunan jembatan tersebut telah melalui perjalanan yang cukup panjang, seperti terkendala dengan refocusing anggaran, hingga harus melakukan pergantian kontraktor untuk mengerjakan proyek tersebut.
“Alhamdulillah pembangunan jembatan ini hari ini sudah selesai, begitu panjangnya sejarah pembangunan jembatan ini. 2020 itu sebenarnya sudah dianggarkan namun terkena refocusing, tahun 2021 juga demikian, namun berkat komunikasi dengan teman-teman DPRD yang lain bisa refocusing, namun jembatan ini tidak direfocusing karena ini vital,” ujarnya.
Dengan kembali beroperasinya jembatan tersebut, Bupati Boalemo Anas Jusuf berharap dapat memperlancar perputaran ekonomi di Kabupaten Boalemo. Tak hanya itu dirinya juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga aset daerah tersebut.
“Dengan dibangunnya jembatan ini dapat memperlancar arus perekonomian. Kepada seluruh pengguna kami berharap mari kita jaga aset ini, karena ini vital maka sangat-sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Boalemo Supandra Nur dalam kesempatan tersebut mengatakan, ruas jalan Lahumbo-Manggulipa tersebut telah diserahkan kepada Balai Jalan Kementerian PUPR, namun jika pengerjaan jembatan secara permanen akan dikerjakan pemerintah daerah dikhawatirkan akan terjadi tumpang tindih aset. Untuk itu pihaknya mengusulkan pengerjaan tersebut dengan nomenklatur pembangunan box culvert.
“Ruas jalan lahumbo manggulipa ini sesungguhnya sudah diserahkan pada balai jalan sehingga dikhawatirkan akan terjadi tumpang tindih aset. Sehingga yang kami lalukan adalah dengan mengusulkan sarana box culvert,” tutupnya.(TID01)
![]()
