Kasus Malaria Masih Mendominasi, Puskesmas Dulupi Perkuat Kewaspadaan Lewat SKDR Minggu ke-27


TERASINDO.ID (Dulupi) – UPTD Puskesmas Dulupi kembali merilis Laporan Sistem Informasi Grafis dan Aksi Penyakit (SIGAP SKDR) atau Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) untuk Minggu ke-27 periode 5–11 Juli 2026. Laporan ini menjadi bagian dari pemantauan rutin terhadap penyakit menular sebagai upaya deteksi dini dan respons cepat guna mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) di wilayah kerja Puskesmas Dulupi.

Berdasarkan laporan tersebut, kinerja surveilans tetap menunjukkan hasil optimal dengan tingkat kelengkapan dan ketepatan pelaporan mencapai 100 persen. Sebanyak lima alert penyakit malaria berhasil direspons dalam waktu kurang dari 24 jam, menandakan sistem kewaspadaan dini di Puskesmas Dulupi berjalan secara cepat dan efektif.

Selama minggu ke-27, tercatat 14 kasus penyakit yang menjadi perhatian, terdiri dari 5 kasus malaria, 4 kasus diare akut, 4 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dan 1 kasus pneumonia. Selain itu, jumlah kunjungan pasien selama periode tersebut mencapai 99 orang.

Dari sisi sebaran wilayah, Desa Dulupi menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, yakni 9 kasus, disusul Desa Tabongo 3 kasus, dan Desa Kotaraja 2 kasus. Berdasarkan kelompok umur, kasus paling banyak ditemukan pada masyarakat berusia di atas 20 tahun sebanyak 8 orang, disusul usia 1–10 tahun sebanyak 4 orang, sementara kelompok usia 11–20 tahun tidak ditemukan kasus. Berdasarkan jenis kelamin, penderita terdiri dari 7 perempuan dan 5 laki-laki.

Melihat masih tingginya kasus malaria, Puskesmas Dulupi terus mempertahankan status kewaspadaan dengan meningkatkan surveilans aktif, pemeriksaan laboratorium malaria menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT), penyelidikan epidemiologi, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan gigitan nyamuk dan pentingnya segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala demam.

Kepala UPTD Puskesmas Dulupi, drg. Fatimah, mengatakan bahwa laporan SKDR menjadi instrumen penting dalam memantau perkembangan penyakit menular dan menentukan langkah penanganan secara cepat.

“Malaria masih menjadi penyakit yang paling banyak ditemukan pada minggu ini. Karena itu kami terus memperkuat surveilans, memastikan setiap laporan segera ditindaklanjuti, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar penularan dapat ditekan sedini mungkin,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala penyakit menular dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan kelambu atau obat antinyamuk terutama pada malam hari, serta segera datang ke puskesmas apabila mengalami demam atau keluhan kesehatan lainnya. Pencegahan dan deteksi dini merupakan langkah terbaik untuk melindungi diri dan keluarga dari penyakit menular,” tambah drg. Fatimah.

Meski kasus malaria masih mendominasi pada Minggu ke-27, UPTD Puskesmas Dulupi memastikan situasi penyakit menular di wilayah kerjanya masih dalam kondisi terkendali. Penguatan surveilans aktif, respons cepat terhadap setiap laporan kasus, serta kolaborasi dengan masyarakat akan terus dilakukan untuk menjaga derajat kesehatan masyarakat di Kecamatan Dulupi.