TERASINDO.ID (Boalemo) – Ketua DPRD Kabupaten Boalemo, Karyawan Eka Putra Noho mengkritisi inovasi dari ASN di Kabupaten Boalemo, yang saat ini terkesan “mati suri”. Menurutnya meski visi dan misi pemerintah daerah baik, namun ketika tidak ditunjang dengan keberadaan ASN yang berkompeten, maka hasilnya pun akan menjadi tidak baik.
Hal tersebut disampaikan Eka pada saat menghadiri kegiatan worksshop penyusunan standar kompetensi jabatan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Boalemo, yang digagas Bagian Organisasi Setda Boalemo, Senin (8/3) bertempat di Hotel Grand Amalia Tilamuta.
“Hari ini sepertinya para ASN, birokrasi yang ada di Kabupaten Boalemo ini seperti mati suri, tidak ada inovasi, apapun visi misi pemerintah daerah baik, tetapi kalau tidak ditunjang oleh ASN yang handal, yang berkompeten, tidak akan maju daerah ini,”ungkapnya.
Dalam kegiatan yang turut menghadirkan narasumber dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Republik Indonesia tersebut, dirinya mengatakan Kabupaten Boalemo sejak awal berdiri, telah banyak ASN yang mengikuti berbagai kegiatan tentang berbagai regulasi, namun menurutnya jika mental dari ASN tidak baik, maka akan berimbas pada hal yang tidak baik pula.
“Sebenarnya sejak berdirinya kabupaten boalemo sudah banyak ASN yang mengikuti berbagai macam regulasi, tetapi apapun yang kita lakukan, kalau mentalnya tidak baik, maka hasilnya tidak akan baik juga,”ucap Eka.
Bahkan menurut orang nomor satu di Parelemen Boalemo tersebut, saat ini ASN hanya fokus memikirkan haknya untuk mendapatkan jabatan dengan melakukan berbagai cara, tanpa memikirkan kemampuan dan kewajibannya sebagai ASN.
“Saya ingin saat ini, bagaimana ASN punya pemikiran yang sama, kalau tidak mampu di satu bidang, sampaikan kepada bupati si A yang lebih mampu, dia yang harusnya mengisi posisi itu. Sekarang beda, biar tidak mampu tapi memaksakan dengan lobi-lobi, dan ini kenyataan yang terjadi,”jelasnya.
Untuk itu pada kesempatan tersebut, dirinya meminta kepada seluruh ASN untuk merubah mental, dan lebih fokus pada bagaimana untuk memperbaiki dan memajukan daerah.
“Mental-mental seperti ini harus dihilangkan, harus kita rubah. Orang berebut hanya menuntut hak, tapi tidak pernah berpikir kewajibannya, tugas kita adalah bagaimana memperbaiki daerah ini,”tutupnya. (TID01)
![]()
