TERASINDO.ID (Boalemo) – Pandemi Covid-19 yang terus menyebar sejak tahun 2019 hingga saat ini mengakibatkan anggaran pemerintahan di seluruh Indonesia harus mengalami refocusing dan realokasi anggaran yang cukup besar, termasuk di Kabupaten Boalemo, dimana untuk refocusing sebesar 8 persen dan realokasi sebesar 4 persen dari masing-masing OPD untuk dialihkan pada penanganan Covid-19.
Hal tersebut disampaikan Plt Bupati Boalemo, Anas Jusuf pada pelaksanaan Apel Korpri tingkat Kabupaten Boalemo, yang berlangsung di Alun-alun Tilamuta, Rabu (17/2) pagi.
“Saat ini seluruh pemerintah diinstruksikan untuk melakukan refocusing anggaran dan merealokasi anggaran, refocusing 8 persen, realokasi 4 persen, ini cukup besar, dan ini pasti akan berimbas pada program yang telah kita susun, telah kita sepakati bersama,” ungkapnya.
Menyikapi hal tersebut, Plt Bupati meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dibawah pimpinan Sekda Boalemo Sherman Moridu untuk segera menyusun program yang perlu direfocusing untuk penanganan Covid-19.
“Teman-teman TAPD dibawah pimpinan pak sekda, minggu ini juga segera menyusun mana program-program yang perlu direfocusing, untuk dialihkan kepada tiga komponen utama, yakni kesehatan, bantuan social, dan pemulihan ekonomi,” kata Plt Bupati.
Tidak hanya anggaran di tiap OPD, namun pemotongan anggaran tersebut juga berlaku bagi pemerintah desa yakni sebesar 8 persen.
“Termasuk anggaran dana desa juga dipotong 8 persen. Oleh sebab itu kepala dinas sosial dan PMD agar segera mensosialisasikan hal ini sebelum para kepala desa menyusun APBDes,” ujarnya.
Untuk itu dirinya meminta semua pihak untuk dapat memahami kebijakan pemerintah pusat tersebut.
“Kita semua harus bisa memahami hal ini, ini semata-mata untuk memenuhi instruksi dari pemerintah pusat dan wajib kita laksanakan, mohon pengertian dan kerja samanya, ini semata-mata untuk kepentingan yang lebih besar yakni penanganan covid-19,” tutupnya.(TID01)
![]()
