TERASINDO.ID (Boalemo) – Ditengah kondisi Pandemi Covid-19 yang masih terus melanda wilayah Indonesia, khususnya Kabupaten Boalemo, pemerintah terus berupaya melakukan pemulihan, khususnya di sektor ekonomi yang paling terkena dampak signifikan.
Seperti yang dilakukan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Bone Bolango, yang menggelar kegiatan padat karya, dengan melakukan penanaman mangrove dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional, yang berlangsung di Desa Limbatihu, Kecamatan Paguyaman Pantai, Senin (14/12).
Plt Bupati Boalemo Anas Jusuf saat mencanangkan kegiatan tersebut mengatakan, bahwa kegiatan ini dapat memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat, dengan cara memperoleh upah dari penanaman mangrove tersebut.
“Kita tau bersama pandemi covid-19 masih berlangsung sampai hari ini, dan tentu dampaknya mengurangi pendapatan masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini masyarakat bisa memperoleh manfaat secara ekonomi, karena bisa memperoleh upah dari hasil kerja menanam mangrove,” ungkapnya.
Meski demikian, dirinya meminta kepada semua pihak yang terlibat pada kegiatan tersebut, untuk dapat merawat mangrove yang telah ditanam, agar manfaatnya benar-benar dirasakan.
“Kepada seluruh pihak yang terlibat pada kegiatan penanaman mangrove hari ini, saya titip pesan agar tanaman mangrove yang kita tanam hari ini, harus kita pelihara sampai anak cucu kita bisa merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Kegiatan padat karya yang menelan anggaran senilai 2,9 Milyar Rupiah tersebut untuk wilayah Provinsi Gorontalo tersebar di beberapa Kabupaten. Sedangkan untuk Kabupaten Boalemo seluas 61 hektare, tersebar di 5 Kecamatan, yakni Tilamuta, Botumoito, Paguyaman Pantai, Mananggu, dan Dulupi, dikerjakan oleh 11 kelompok yang terdiri dari 285 anggota.
Sementara itu, Pejabat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Heru Permana, yang turut hadir pada kegiatan tersebut berharap agar dengan diadakannya kegiatan padat karya penanaman mangrove, dapat mencapai dua tujuan utama yakni pemulihan ekonomi, dan perbaikan ekosistem mangrove.
“Kegiatan ini diharapkan dapat mencapai dua tujuan sekaligus, yang pertama meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, dan memperbaiki ekosistem mangrove yang telah rusak,” tutupnya. (TID01)
![]()
