Paguyaman Siap Jadi Kawasan Pendidikan Terpadu, SNT Dilengkapi Fasilitas Olahraga


TERASINDO.ID (BOALEMO) – Dukungan masyarakat menjadi salah satu faktor yang mendorong rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kecamatan Paguyaman. Sejumlah warga bahkan menyatakan kesediaan menghibahkan lahan untuk mendukung pembangunan kawasan pendidikan tersebut.

Bupati Boalemo Rum Pagau menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Menurutnya, kesediaan masyarakat menyediakan lahan menunjukkan bahwa pembangunan SNT tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi juga mendapat perhatian dari masyarakat karena menyangkut masa depan anak-anak Boalemo.

“Pembangunan ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan anak-anak kita. Karena itu saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Paguyaman yang telah mendukung rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi,” ujar Rum Pagau, Senin (8/6).

Sementara bagi masyarakat yang menghendaki ganti rugi atas lahan yang digunakan, pemerintah daerah memastikan proses penyelesaiannya akan dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

SNT akan mengintegrasikan tiga sekolah, yakni SDN 3 Paguyaman, SMP Negeri 1 Paguyaman, dan SMA Negeri 1 Paguyaman dalam satu kawasan pendidikan terpadu. Kawasan tersebut nantinya tidak hanya menyediakan fasilitas pembelajaran, tetapi juga berbagai sarana untuk pengembangan potensi siswa.

“SNT ini akan dilengkapi dengan gelanggang olahraga indoor, lapangan futsal, lapangan bola dengan lintasan atletik, kolam renang serta fasilitas pendukung bidang pertanian dan peternakan. Jika persyaratannya sudah lengkap, maka bulan Agustus atau September pekerjaan ini akan dimulai,” jelas Rum.

Rum mengatakan Paguyaman dipilih bukan tanpa alasan. Kecamatan tersebut dinilai sebagai wilayah yang paling siap memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah pusat dalam waktu relatif cepat.

Selain kesiapan lahan, lokasi ketiga sekolah yang akan diintegrasikan juga menjadi pertimbangan. Ketiganya berada dalam jarak yang berdekatan sehingga memungkinkan pengembangan kawasan pendidikan terpadu dengan fasilitas yang dapat digunakan bersama.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boalemo Ahmad Sarman menjelaskan, SNT akan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis STEM yang mencakup Science, Technology, Engineering, dan Mathematics. Konsep tersebut akan dipadukan dengan unsur seni dan olahraga untuk mengembangkan kemampuan siswa secara lebih luas.

Ahmad menegaskan SNT memiliki konsep berbeda dengan Sekolah Rakyat, terutama dalam sistem pembelajaran. Jika Sekolah Rakyat menerapkan sistem boarding school atau berasrama, SNT tetap menjalankan pendidikan reguler tanpa sistem asrama.

Dengan pembangunan SNT, Pemerintah Kabupaten Boalemo berharap Paguyaman dapat memiliki kawasan pendidikan yang lebih lengkap sekaligus menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan akademik, keterampilan, seni, dan olahraga.(TID01)